Selasa, 12 Januari 2010

Sejarah kelas XI

Dengan ditutupnya Bandar Konstantinopel oleh Turki Usmani maka hubungan
perdagangan antara Eropa dan Asia terputus. Hal inilah yang mendorong bangsa-
bangsa Barat mencari jalan sendiri ke dunia Timur untuk mendapatkan rempah-
rempah. Melalui penjelajahan samudra, bangsa-bangsa Barat berhasil menemukan
daerah-daerah baru, seperti Amerika, Afrika, dan Asia termasuk Indonesia.
Bangsa Portugis dan Spanyol berhasil mendarat di Indonesia, kemudian disusul
bangsa-bangsa Barat lain, seperti Belanda. Kedatangan Belanda yang semula
berdagang dengan membentuk kongsi dagang (VOC) kemudian berhasrat untuk
menguasainya. VOC menerapkan monopoli perdagangan dan penetrasi politik.
Itulah sebabnya kedatangan VOC di berbagai daerah di Nusantara selalu mendapatkan
perlawanan. Berawal dari kongsi dagang inilah, akhirnya seluruh daerah diNusantara
jatuh ke tangan kekuasaan Belanda. Nah, untuk memahami dengan baik materi bab
ini, ikuti dengan saksama uraian materi berikut ini.
A. Masuknya Kekuasaan Asing dan Berkembangnya Kolonialisme dan
Imperialisme Barat di Indonesia
1. Masuknya Kekuasaan Asing ke Wilayah Indonesia Lewat Kongsi-Kongsi
Perdagangan
Pada permulaan abad Perte-
Eksplorasi
ngahan, orang-orang Eropa sudah
mengenal hasil bumi dari dunia
Faktor-faktor yang mendorong bangsa-
Timur, terutama rempah-rempah
bangsa Barat pergi ke dunia Timur, antara
lain sebagai berikut.
dari Indonesia. Dengan jatuhnya
1. Dikuasainya rute dan pusat-pusat
Konstantinopel ke tangan Turki
perdagangan di Timur Tengah oleh
Usmani (1453) mengakibatkan
orang-orang Islam.
hubungan perdagangan antara Ero-
2. Adanya kemajuan di bidang ilmu penge-
tahuan dan teknologi, yaitu dengan
pa dan Asia Barat (Timur Tengah)
ditemukan peta dan kompas yang sangat
terputus. Hal ini mendorong orang-
penting bagi pelayaran.
orang Eropa mencari jalan sendiri ke
3. Adanya keinginan untuk mendapatkan
dunia Timur untuk mendapatkan
rempah-rempah dari daerah asal sehingga
rempah-rempah yang sangat mereka
harganya lebih murah dan dapat memper-
oleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
butuhkan. Melalui penjelajahan
4. Adanya keinginan untuk melanjutkan
samudra, akhirnya bangsa-bangsa
Perang Salib dan menyebarkan agama
Barat berhasil mencapai Indonesia.
Nasrani ke daerah-daerah yang dikunjungi.
Kedatangan bangsa-bangsa Barat di
5. Adanya jiwa petualangan sehingga meng-
gugah semangat untuk melakukan
Indonesia pada mulanya lewat kong-
penjelajahan samudra.
si-kongsi perdagangan. Kongsi-
kongsi perdagangan tersebut
berusaha untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia melalui
praktik monopoli.
Masuknya Bangsa Portugis ke Indonesia
Bangsa Portugis telah berhasil mencapai India (Kalikut) 1498. Bangsa
Portugis berhasil mendirikan kantor dagangnya di Gowa pada tahun1509.
Pada tahun 1511 di bawah pimpinan d'Albuquerque Portugis berhasil
menguasai Malaka. Dari Malaka di bawah pimpinan d'Abreu tahun 1512
Portugis telah sampai di Maluku dan diterima baik oleh Sultan Ternate yang
pada waktu itu sedang bermusuhan dengan Tidore. Portugis berhasil
mendirikan benteng dan mendapatkan hak monopoli perdagangan rempah-
rempah.
Selain mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku,
Portugis juga aktif menyebarkan agama Kristen (Katolik) dengan tokohnya yang
terkenal ialah Franciscus Xaverius. Portugis ini tidak hanya memusatkan
kegiatannya di Indonesia bagian timur (Maluku ), tetapi juga ke Indonesia
bagian barat (Pajajaran). Pada tahun 1522 Portugis datang ke Pajajaran di
bawah pimpinan Henry Leme dan disambut baik oleh Pajajaran dengan
maksud agar Portugis mau membantu dalam menghadapi ekspansi Demak.
Terjadilah Perjanjian Sunda Kelapa (1522) antara Portugis dan Pajajaran,
yang isinya sebagai berikut.
1) Portugis diijinkan mendirikan benteng di Sunda Kelapa.
2) Pajajaran akan menerima barang-barang yang dibutuhkan dari Portugis
termasuk senjata.
3) Portugis akan memperoleh lada dari pajajaran menurut kebutuhannya.
Awal tahun 1527 Portugis datang lagi ke Pajajaran untuk merealisasi
Perjanjian Sunda Kelapa, namun disambut dengan pertempuran oleh
pasukan Demak di bawah pimpinan Fatahilah. Pertempuran berakhir dan
namanya diganti menjadi Jayakarta, artinya pekerjaan yang jaya (menang).
b. Masuknya Bangsa Spanyol ke Indonesia
Kedatangan bangsa Portugis sampai di Indonesia (Maluku) segera
diikuti oleh bangsa Spanyol. Ekspedisi bangsa Spanyol di bawah pimpinan
Magelhaen, pada tanggal 7 April 1521 telah sampai di Pulau Cebu.
Rombongan Magelhaen diterima baik oleh Raja Cebu sebab pada waktu
itu Cebu sedang bermusuhan dengan Mactan. Persekutuan dengan Cebu
ini harus dibayar mahal Spanyol sebab dalam peperangan ini Magelhaen
terbunuh.
Dengan meninggalnya Magelhaen, ekspedisi bangsa Spanyol di bawah
pimpinan Sebastian del Cano melanjutkan usahanya untuk menemukan
daerah asal rempah-rempah. Dengan melewati Kepulauan Cagayan dan
Mindanao akhirnya sampai di Maluku (1521). Kedatangan bangsa Spanyol
ini diterima baik oleh Sultan Tidore yang saat itu sedang bermusuhan
dengan Portugis.
Sebaliknya, kedatangan Spanyol di Maluku bagi Portugis merupakan
pelanggaran atas "hak monopoli". Oleh karena itu, timbullah persaingan
antara Portugis dan Spanyol. Sebelum terjadi perang besar, akhirnya
diadakan Perjanjian Saragosa (22 April 1529) yang isinya sebagai berikut.
1) Spanyol harus meninggalkan Maluku, dan memusatkan kegiatannya
di Filipina.
2) Portugis tetap melakukan aktivitas perdagangan di Maluku.
c. Masuknya Bangsa Belanda ke Indonesia
Sebelum datang ke Indonesia, para pedagang Belanda membeli
rempah-rempah di Lisabon (ibu kota Portugis). Pada waktu itu Belanda
masih berada di bawah penjajahan Spanyol. Mulai tahun 1585, Belanda
tidak lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon karena Portugis dikuasai
oleh Spanyol. Dengan putusnya hubungan perdagangan rempah-rempah
antara Belanda dan Spanyol mendorong bangsa Belanda untuk mengadakan
penjelajahan samudra.
Pada bulan April 1595, Belanda memulai pelayaran menuju Nusantara
dengan empat buah kapal di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Dalam
pelayarannya menuju ke timur, Belanda menempuh rute Pantai Barat Afrika
–Tanjung Harapan–Samudra Hindia–Selat Sunda–Banten. Pada saat itu
Banten berada di bawah pemerintahan Maulana Muhammad (1580–1605).
Kedatangan rombongan Cornelis de Houtman, pada mulanya diterima
baik oleh masyarakat Banten dan juga diizinkan untuk berdagang di Banten.
Namun, karenanya sikap yang kurang baik sehingga orang Belanda
kemudian diusir dari Banten. Selanjutnya, orang-orang Belanda meneruskan
perjalanan ke timur akhirnya sampai di Bali.
Rombongan kedua dari Negeri Belanda di bawah pimpinan Jacob van
Neck dan Van Waerwyck, dengan delapan buah kapalnya tiba di Banten
pada bulan November 1598. Pada saat itu hubungan Banten dengan
Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan bangsa Belanda diterima
dengan baik. Sikap Belanda sendiri juga sangat hati-hati dan pandai
mengambil hati para penguasa
Info Sejarah
Banten sehingga tiga buah kapal
Tujuan dibentuknya VOC adalah sebagai
mereka penuh dengan muatan
berikut.
rempah-rempah (lada) dan diki-
1. Untuk menghindari persaingan yang
tidak sehat antara sesama pedagang
rim ke Negeri Belanda, sedang-
Belanda.
kan lima buah kapalnya yang lain
2. Untuk memperkuat posisi Belanda dalam
menuju ke Maluku.
menghadapi persaingan, baik dengan
Keberhasilan rombongan
sesama bangsa Eropa, maupun dengan
Van Neck dalam perdagangan
bangsa-bangsa Asia.
3. Untuk mendapatkan monopoli perda-
rempah-rempah, mendorong
gangan, baik impor maupun ekspor.
orang-orang Belanda yang lain
untuk datang ke Indonesia.
Akibatnya terjadi persaingan di antara pedagang-pedagang Belanda sendiri
Setiap kongsi bersaing secara ketat. Di samping itu, mereka juga harus
menghadapi persaingan dengan Portugis, Spanyol, dan Inggris. Meliha
gelagat yang demikian, Olden Barneveld menyarankan untuk membentuk
perserikatan dagang yang mengurusi perdagangan di Hindia Timur. Pada
tahun 1602 secara resmi terbentuklah Vereenigde Oost Indiesche
Compagnie (VOC) atau Perserikatan Dagang Hindia Timur. VOC mem
buka kantor dagangnya yang pertama di di Banten (1602) di kepalai oleh
Francois Wittert.
2. Perluasan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
VOC yang didirikan pada tahun 1602, oleh pemerintah Kerajaan Belanda
diberikan octrooi (hak istimewa) sebagai berikut.
a. Hak monopoli perdagangan.
b. Hak untuk memiliki tentara.
c. Hak untuk melakukan ekspansi ke Asia, Afrika dan Australia.
d. Hak untuk melakukan peperangan, membuat perdamaian, dan mengadakan
perjanjian dengan raja-raja yang dikuasainya.
e. Hak untuk mencetak uang.
Dengan hak-hak istimewa tersebut, VOC bukan
saja sebagai kongsi dagang, tetapi juga merupakan
pemerintahan semiresmi. Pada tahun 1605, VOC
di bawah pimpinan Steven van der Haagen berhasil
merebut benteng Portugis di Ambon. Untuk mem-
perkuat kedudukannya maka VOC mengangkat
seorang pimpinan yang berpangkat gubernur
jenderal. Untuk membantu gubernur jenderal di
daerah-daerah penting diangkatkan seorang
gubernur. Gubernur Jenderal VOC yang pertama
ialah Pieter Both dan berkedudukan di Ambon
dengan alasana Ambon merupakan pangkalan
dagang VOC yang paling kuat dan strategis.
Dalam perkembangannya, Ambon
dinilai tidak strategis lagi. Perhatian VOC
ditujukan ke Jayakarta, kota pelabuhan
Kerajaan Banten. Di bawah pimpinan
Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen
(J.P. Coen) pada tahun 1619, VOC ber-
hasil merebut Jayakarta dan dijadikan
sebagai Markas Besar VOC.
J.P. Coen kemudian mengganti
nama Jayakarta menjadi Batavia sesuai
dengan nama salah satu suku di Negeri
Sumber: Indonesian Heritage; Sejarah Modern Awal
Gambar 6.3 Perahu Kora-kora untuk Pelayaran Hongi.
Belanda, yakni suku Batavir. Selanjutnya,
Batavia dijadikan Markas Besar VOC
sebagi tempat kedudukan gubernur jen-
Eksplorasi
deral dan menjadi pangkalan imperi-
Pelayaran Hongi adalah sistem perondaan
alisme Belanda di Indonesia.
yang dilakukan oleh VOC dengan bertujuan
Dengan Batavia sebagai Markas
untuk mengawasi dan mencegah pelang-
garan peraturan monopoli VOC dan men-
Besar VOC maka kedudukannya sema-
cegah timbulnya perdagangan gelap.
kin kuat. VOC terus mengadakan per-
luasan wilayah kekuasaannya. Untuk
mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya melalui perdagangan, VOC
melaksanakan sistem monopoli. Pelaksanaan sistem monopoli VOC lebih keras
daripada bangsa Portugis, terutama di Maluku. Untuk mencegah terjadinya
pelanggaran terhadap peraturan monopolinya, VOC melakukan pelayaran
Hongi. Praktik monopoli dan pelayaran Hongi itu kemudian menimbulkan
kebencian di kalangan rakyat. Rakyat yang hidup tertekan dan tertindas, akhirnya
melakukan perlawanan terhadap VOC.
3. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
a. Runtuhnya VOC dan Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia
Belanda
Bersamaan dengan makin meluasnya kekuasaan VOC, di pihak VOC
sebenarnya mendekati keruntuhannya karena beberapa faktor, antara lain
sebagai berikut.
1) VOC banyak mengeluarkan biaya baik untuk operasi-operasi militer
(menghadapi perlawanan rakyat) maupun untuk penyelenggaraan
pemerintahan sehingga hutangnya menumpuk.
2) Banyak pegawai VOC yang mencari keuntungan pribadi dengan
malakukan korupsi.
Pihak pemerintah Belanda sendiri menilai bahwa VOC yang makin
merosot kekuatannya tidak akan mampu lagi menguasai daerah yang luas
seperti Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC
dibubarkan. Dengan demikian, secara politik sejak 1 Januari 1800 Indonesia
berada di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Hindia Belanda.
Sejarah SMA/MA Kelas XI IPS
108

b. Pembaharuan Sistem pemerintahan Hindia Belanda di Bawah
Daendels (1808–1811)
Dalam usaha mengadakan pembaharuan pemerintahan di tanah
jajahan, di Negeri Belanda ada dua golongan yang mengusulkannya.
1) Golongan konservatif dengan tokohnya Nenenberg menginginkan untuk
mempertahankan sistem politik dan ekonomi seperti yang dilakukan oleh
VOC.
2) Golongan liberal dengan tokohnya Dirk van Hogendorp menghendaki agar
pemerintah Hindia Belanda menjalankan sistem pemerintahan langsung
dan menggunakan sistem pajak. Sistem penyerahan paksa yang dilakukan
oleh VOC agar digantikan dengan sistem penyerahan pajak.
Dengan adanya dua pandangan ini maka pemerintah Belanda mengambil
jalan tengah. Di satu pihak pemerintah condong kepada pemikiran kum
konservatif karena kebijaksanaannya akan mendatangkan keuntungan yang cepat
dan mudah dilaksanakan. Di pihak lain, pemerintah juga ingin menjalankan
pembaharuan yang dikemukakan oleh kaum liberal. Gagasan pembaharuan
pemerintahan kolonial dimulai semenjak pemerintahan Daendels.
Sejak Belanda dikuasai oleh Prancis maka Kaisar Napoleon yang memimpin
Prancis mengangkat adiknya Louis Napoleon menjadi penguasa di Negeri
Belanda. Louis Napoleon merasa khawatir akan keberadaan Pulau Jawa yang
merupakan jantung jajahan Belanda di Indonesia jatuh ke tangan Inggris. Oleh
karena itu, Louis Napoleon segera mengirimkan seorang militer, Herman Willem
Daendels ke Indonesia (Pulau Jawa) sebagai gubernur jenderal.
Pada tanggal 1 Januari 1808 bersama ajudannya mendarat di Banten. Pada
tanggal 15 Januari 1808, Gubernur Jenderal Wiese menyerahkan kekuasaannya
kepada Daendels. Kedatangan Daendels ke Indonesia sebagai gubernur jenderal
mempunyai dua tugas. Pertama, mempertahankan Pulau Jawa agar tidak jatuh
ke tangan Inggris. Kedua, memperbaiki keadaan tanah jajahan di Indonesia.
Untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris, Daendels mengambil
langkah-langkah kebijaksanaan. Tahukah Anda langkah-langkah tersebut?
1) membuat jalan raya dari Anyer sampai dengan Panarukan;
2) mendirikan benteng-benteng pertahanan;
3) membangun pangkalan angkatan laut di Merak dan Ujung Kulon;
4) mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya;
5) memperkuat pasukan yang anggotanya terdiri atas orang-orang Indonesia.
Selain usaha-usaha dalam bidang pertahanan kemiliteran, di bidang
pemerintahan Daendels mengambil tindakan sebagai berikut:
1) Pulau Jawa dibagi menjadi sembilan prefectur dengan tujuan untuk mem-
permudah administrasi pemerintahan.
2) Para bupati dijadikan pegawai pemerintah Belanda.
3) Perbaikani gaji pegawai dan memberantas korupsi.
4) Pendirian badan-badan pengadilan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar