Selasa, 29 Desember 2009
Selamat memasuki tahun yang baru
Anak~anak..tak terasa tahun 2009 sbentar lagi akan habis. Tahun yang baru telah tiba. mdh2an d tahun baru 2010 ini banyak impian menjadi kenyataan. amin
Minggu, 13 Desember 2009
Mohon Maaf
Kepada anak-anak SMA kelas X,XI, dan XII yang kebetulan mengakses blog bapak, Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila bapak tidak bisa mencantumkan kisi-kisi soal berhubung kesibukan dan kesehatan bapak yang tidak mendukung. Meski demikian, silahkan anda buka-buka materi dalam Blog ini pada arsip-arsip bulan yang lalu mudah-mdahan bisa membantu anda dalam belajar menghadapi Uji Kompetensi Akhir semester..Terimakasih.
Selasa, 06 Oktober 2009
Materi Geografi Kelas X (Tambahan)
Ini adalah materi yang harus anak-anak baca baik bagi kelas XA maupun XB..Oleh karena itu simak baik-baik ya..
1. Indonesia adalah salah satu Negara yang beriklim tropis dan berada di wilayah benua Asia bagian tenggara. Letak astronomis Indonesia berada dalam 60LU-110LS dan 940BT-1410BT. Secara georafis Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia serta diantara dua samudera yaitu Pasifik dan samudera Indonesia. Karena Indonesia berada dalam iklim tropism aka hujan yang sering muncul adalah hujan tropis yang kadang diikuti oleh badai seperti Lanina dan el nino.
2. Indonesia adalah Negara yang berbentuk kepulauan. Pulau-pulau yang ada dalam wilayah Indonesia mencapai 17 ribu pulau lebih yang tercatat, dan masih ada pulau yang belum tercatat dan tergambar dalam peta wilayah Indonesia. Dari sekian banyak pulau di Indonesia ada bebara pulau yang dikategorikan sebagai pulau besar di mulai dari pulau Kalimantan (574.194 Km2), Sumatera(480.847 Km2), Papua(365.466 Km2), Sulawesi (191.671 Km2) dan pulau Jawa (127.569 Km2). Penduduk Indonesia lebih banyak tinggal di wilayah Jawa sehingga persebaran penduduk di Indonesia tergolong tidak merata.
3. Dalam rangka menjaga keutuhan kepulauan Indonesia, munculah sebuah konvensi kelautan yang disetujui oleh PBB yaitu penerapan Zona Ekonomi Ekslusif di Indonesia. ZEE ini adalah suatu ukuran kekuasaan RI terhadap wilayah lautan yang dihitung sejauh 200 Km dari pulau terluar Yang dimiliki RI. Konvensi ini muncul sebagai dampak dari adanya deklarasi Djuanda.
4. Luasnya kepulauan Indonesia menyebabkan Indonesia memiliki 3 wilaya pembagian waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), tengah (WITA), dan Timur(WIT) yang masing-masing wilayah berbeda 1 jam kearah timur. Wilayah timur adalah wilayah yang lebih dahulu disinari matahari daripada wilayah tengah dan barat. Apabila Jakarta pukul 07.00 WIB, maka pada saat yang di Denpasar pukul 08.00 WITA, dan Papua pukul 09.00 WIT. Berbeda bukan ?
5. Indonesia bukanlah Negara yang terluas di Benua Asia. Negara Asia Yang lebih luas dari Indonesia diantaranya : RRC(9.571.300 Km2), India(3.165.596 Km2), Arab Saudi(2.240.000 Km2) , kemudian Indonesia (1.890.754 Km2) .
6. Jagat raya adalah alam semesta atau antariksa yaitu ruangan yang meluas ke segala arah tidak terhingga tetapi ada batas-batasnya yang belum dapat diketahui
7. Galaksai adalah kumpulan bintang, planet, gas, debu, nebula dan benda-benda langit lainnya yang membentuk pulau-pulau didalam ruang hampa jagat raya.
8. Ciri-ciri galaksi antara lain : memiliki cahaya sendiri, ada galaksi selain bimasakti, jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya, dan galaksi memiliki bentuk tertentu
9. Ada beberapa teori yang mendukung tentang munculnya alam semesta ini. Teori itu diantaranya adalah :
- Teori Big bang, bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan besar. Pendukungnya adalah : Stephen Hawkins, Penzian dan Edwin Hubble
- Teori keadaan tetap, bahwa alam semesta ada dengan sendirinya, tidak mengalami perubahan dan ada untuk selamanya. Pendukungnya adalah : Golongan komunis, Fred Hoyle, Dll.
- Teori Geotrisme, adalah anggapan yang menyatakan bumi adalah pusat alam semseta. Pendukungnya adalah : Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander dan Pytagoras
- Teori Antroposentrisme adalah anggapan bahwa manusia sebagai pusat segalanya, muncul dalam peradaban besar Bangsa babilonia
- Teori Heliosentrisme adalah anggapan bahwa matahari sebagai pusat jagat raya. Pendukungnya adalah Copernicus dan Galileo Galilei.
Nah, itu point tambahan yang harus anda hafalkan dan perluas dengan buku geografi kelas X..Mudah-mudahan materi ini dapat membantu anda mengerjakan UTS.. amien.
1. Indonesia adalah salah satu Negara yang beriklim tropis dan berada di wilayah benua Asia bagian tenggara. Letak astronomis Indonesia berada dalam 60LU-110LS dan 940BT-1410BT. Secara georafis Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia serta diantara dua samudera yaitu Pasifik dan samudera Indonesia. Karena Indonesia berada dalam iklim tropism aka hujan yang sering muncul adalah hujan tropis yang kadang diikuti oleh badai seperti Lanina dan el nino.
2. Indonesia adalah Negara yang berbentuk kepulauan. Pulau-pulau yang ada dalam wilayah Indonesia mencapai 17 ribu pulau lebih yang tercatat, dan masih ada pulau yang belum tercatat dan tergambar dalam peta wilayah Indonesia. Dari sekian banyak pulau di Indonesia ada bebara pulau yang dikategorikan sebagai pulau besar di mulai dari pulau Kalimantan (574.194 Km2), Sumatera(480.847 Km2), Papua(365.466 Km2), Sulawesi (191.671 Km2) dan pulau Jawa (127.569 Km2). Penduduk Indonesia lebih banyak tinggal di wilayah Jawa sehingga persebaran penduduk di Indonesia tergolong tidak merata.
3. Dalam rangka menjaga keutuhan kepulauan Indonesia, munculah sebuah konvensi kelautan yang disetujui oleh PBB yaitu penerapan Zona Ekonomi Ekslusif di Indonesia. ZEE ini adalah suatu ukuran kekuasaan RI terhadap wilayah lautan yang dihitung sejauh 200 Km dari pulau terluar Yang dimiliki RI. Konvensi ini muncul sebagai dampak dari adanya deklarasi Djuanda.
4. Luasnya kepulauan Indonesia menyebabkan Indonesia memiliki 3 wilaya pembagian waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), tengah (WITA), dan Timur(WIT) yang masing-masing wilayah berbeda 1 jam kearah timur. Wilayah timur adalah wilayah yang lebih dahulu disinari matahari daripada wilayah tengah dan barat. Apabila Jakarta pukul 07.00 WIB, maka pada saat yang di Denpasar pukul 08.00 WITA, dan Papua pukul 09.00 WIT. Berbeda bukan ?
5. Indonesia bukanlah Negara yang terluas di Benua Asia. Negara Asia Yang lebih luas dari Indonesia diantaranya : RRC(9.571.300 Km2), India(3.165.596 Km2), Arab Saudi(2.240.000 Km2) , kemudian Indonesia (1.890.754 Km2) .
6. Jagat raya adalah alam semesta atau antariksa yaitu ruangan yang meluas ke segala arah tidak terhingga tetapi ada batas-batasnya yang belum dapat diketahui
7. Galaksai adalah kumpulan bintang, planet, gas, debu, nebula dan benda-benda langit lainnya yang membentuk pulau-pulau didalam ruang hampa jagat raya.
8. Ciri-ciri galaksi antara lain : memiliki cahaya sendiri, ada galaksi selain bimasakti, jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya, dan galaksi memiliki bentuk tertentu
9. Ada beberapa teori yang mendukung tentang munculnya alam semesta ini. Teori itu diantaranya adalah :
- Teori Big bang, bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan besar. Pendukungnya adalah : Stephen Hawkins, Penzian dan Edwin Hubble
- Teori keadaan tetap, bahwa alam semesta ada dengan sendirinya, tidak mengalami perubahan dan ada untuk selamanya. Pendukungnya adalah : Golongan komunis, Fred Hoyle, Dll.
- Teori Geotrisme, adalah anggapan yang menyatakan bumi adalah pusat alam semseta. Pendukungnya adalah : Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander dan Pytagoras
- Teori Antroposentrisme adalah anggapan bahwa manusia sebagai pusat segalanya, muncul dalam peradaban besar Bangsa babilonia
- Teori Heliosentrisme adalah anggapan bahwa matahari sebagai pusat jagat raya. Pendukungnya adalah Copernicus dan Galileo Galilei.
Nah, itu point tambahan yang harus anda hafalkan dan perluas dengan buku geografi kelas X..Mudah-mudahan materi ini dapat membantu anda mengerjakan UTS.. amien.
Kisi Kisi UTS Materi Geografi Kelas X dan XI
Kelas X
1. Menjelaskan kata geo secara etimologi
2. Menyebutkan nama tulisan perjalanan manusia
3. Menjelaskan geografi secara terminology
4. Menyebutkan lingkungan lingkungan biotic
5. Menyebutkan faktur lingkungan sosial
6. Menunjukkan factor lingkungan abiotik
7. Menyebutkan definisi geografi menurut para ahli
8. Menyebutkan filsuf yang mempopulerkan istilah geografi
9. Menyebutkan gejala objek material
10. Menjelaskan pendekatan historis dalam geografo
11. Menyebutkan aspek social dalam geografi
12. Menyebutkan ilmu bantu dalam hal teknik
13. Menyebutkan ilmu bantu dalam mengkaji cuaca
14. Menyebutkan ilmu yang mengkaji kependudukan, ekonomi dan social
15. Menyebutkan ilmu tentang peta
16. Menyebutkan ilmu bantu yang menganalisa gejala air
17. Menyebutkan letak astronomis Indonesia
18. Menyebutkan luas wilayah Indonesia
19. Menjelaskan Iklim Indonesia
20. Menjelaskan studi tentang bentuk-bentuk permukaan bumi
21. Menyebutkan aspek non social masyarakat
22. Menyebutkan bidang yang rawan dalam pengelolaan NKRI
23. Menyebutkan pulau terluas di Indonesia
24. Menjelaskan hubungan wilayah dengan persebaran penduduk
25. Menghitung waktu wilayah di Indonesia
26. Menyebutkan Negara Asia yang paling luas
27. Menyebutkan hujan di Indonesia
28. Menyebutkan pengertia ZEE
29. Menyebutkan salahsatu galaksi di Jagad raya
30. Menyebutkan cirri-ciri galaksi
31. Menyebutkan Ilmuwan yang mendukung teori keadaan statis
32. Menjelaskan antroposentrisme
33. Menjelaskan faham geosentrisme
Kelas XI
1. Menyebutkan pengertian Biosfer
2. Menjelaskan unsure klimatik persebaran
3. Menjelaskan unsure edafik
4. Menyebutkan unsure biotic
5. Menyebutkan unsure relief
6. Menjelaskan wilayah sabana
7. Menyebutkan ciri tumbuhan Indonesia Tengah
8. Menyebutkan ciri tumbuhan Indonesia Barat
9. Menyebutkan gambar hewan bagian timur
10. Menjelaskan kesamaan hewan Indonesia barat dengan Asia
11. Menyebutkan garis yang membelah barat dengan tengah
12. Hewan yang dikonservasi di Ujung Kulon
13. Menjelaskan pengertian evolusi
14. Membuktikan proses seleksi alam La-Planc
15. Menjelaskan perubahan paruh burung Finch Galapagos
16. Menyebutkan salah satu kekuatan alam (realm of nature)
17. Menyebutkan factor biotic yang tidak merusak alam
18. Menyebutkan cagar aalam di Jawa Barat
19. Menyebutkan suaka di NTT
20. Menyebutkan suaka di pulau Sumatera
21. Menyebutkan ilmu yang mengkaji evolusi manusia
22. Menjelaskan penyebab pertumbuhan penduduk sebelum 1750-an tidak cepat
23. Menjelaskan system sensus
24. Membedakan sensus de jure dan de facto
25. Menyebutkan factor pro natalitas
26. Menjelaskan kawin usia muda
27. Menyebutkan bnetuk KB bagi pria
28. Menyebutkan factor anti natalitas
29. Menyebutkan pro mortalitas
30. Menyebutkan anti mortalitas
31. Menjelaskan sex rasio
32. Menghitung sex ratio
33. Menyebutkan rumus pertumbuhan penduduk alami
34. Menentukan jumlah pertumbuhan penduduk alami
35. Menyebutkan kepadatan agraris dalam rumus
1. Menjelaskan kata geo secara etimologi
2. Menyebutkan nama tulisan perjalanan manusia
3. Menjelaskan geografi secara terminology
4. Menyebutkan lingkungan lingkungan biotic
5. Menyebutkan faktur lingkungan sosial
6. Menunjukkan factor lingkungan abiotik
7. Menyebutkan definisi geografi menurut para ahli
8. Menyebutkan filsuf yang mempopulerkan istilah geografi
9. Menyebutkan gejala objek material
10. Menjelaskan pendekatan historis dalam geografo
11. Menyebutkan aspek social dalam geografi
12. Menyebutkan ilmu bantu dalam hal teknik
13. Menyebutkan ilmu bantu dalam mengkaji cuaca
14. Menyebutkan ilmu yang mengkaji kependudukan, ekonomi dan social
15. Menyebutkan ilmu tentang peta
16. Menyebutkan ilmu bantu yang menganalisa gejala air
17. Menyebutkan letak astronomis Indonesia
18. Menyebutkan luas wilayah Indonesia
19. Menjelaskan Iklim Indonesia
20. Menjelaskan studi tentang bentuk-bentuk permukaan bumi
21. Menyebutkan aspek non social masyarakat
22. Menyebutkan bidang yang rawan dalam pengelolaan NKRI
23. Menyebutkan pulau terluas di Indonesia
24. Menjelaskan hubungan wilayah dengan persebaran penduduk
25. Menghitung waktu wilayah di Indonesia
26. Menyebutkan Negara Asia yang paling luas
27. Menyebutkan hujan di Indonesia
28. Menyebutkan pengertia ZEE
29. Menyebutkan salahsatu galaksi di Jagad raya
30. Menyebutkan cirri-ciri galaksi
31. Menyebutkan Ilmuwan yang mendukung teori keadaan statis
32. Menjelaskan antroposentrisme
33. Menjelaskan faham geosentrisme
Kelas XI
1. Menyebutkan pengertian Biosfer
2. Menjelaskan unsure klimatik persebaran
3. Menjelaskan unsure edafik
4. Menyebutkan unsure biotic
5. Menyebutkan unsure relief
6. Menjelaskan wilayah sabana
7. Menyebutkan ciri tumbuhan Indonesia Tengah
8. Menyebutkan ciri tumbuhan Indonesia Barat
9. Menyebutkan gambar hewan bagian timur
10. Menjelaskan kesamaan hewan Indonesia barat dengan Asia
11. Menyebutkan garis yang membelah barat dengan tengah
12. Hewan yang dikonservasi di Ujung Kulon
13. Menjelaskan pengertian evolusi
14. Membuktikan proses seleksi alam La-Planc
15. Menjelaskan perubahan paruh burung Finch Galapagos
16. Menyebutkan salah satu kekuatan alam (realm of nature)
17. Menyebutkan factor biotic yang tidak merusak alam
18. Menyebutkan cagar aalam di Jawa Barat
19. Menyebutkan suaka di NTT
20. Menyebutkan suaka di pulau Sumatera
21. Menyebutkan ilmu yang mengkaji evolusi manusia
22. Menjelaskan penyebab pertumbuhan penduduk sebelum 1750-an tidak cepat
23. Menjelaskan system sensus
24. Membedakan sensus de jure dan de facto
25. Menyebutkan factor pro natalitas
26. Menjelaskan kawin usia muda
27. Menyebutkan bnetuk KB bagi pria
28. Menyebutkan factor anti natalitas
29. Menyebutkan pro mortalitas
30. Menyebutkan anti mortalitas
31. Menjelaskan sex rasio
32. Menghitung sex ratio
33. Menyebutkan rumus pertumbuhan penduduk alami
34. Menentukan jumlah pertumbuhan penduduk alami
35. Menyebutkan kepadatan agraris dalam rumus
Jumat, 18 September 2009
Materi Sejarah UTS
MATERI SEJARAH KELAS X
1. Menjelaskan kegunaan sejarah
2. Menyebutkan arti sejarah secara etimologi
3. Menjelaskan hubungan antara pohon dengan sejarah
4. Menjelaskan proses perkembangan evolusi manusia
5. Menyebutkan pengertian sejarah secara terminologis
6. Menyebutkan Ruang lingkup sejarah
7. Menjelaskan sejarah sebagai peristiwa
8. Menyimpulkan sejarah sebagai peristiwa
9. Menjelaskan sejarah sebagai ilmu
10. Menyebutkan metode yang membuat sejarah menjadi ilmiah
11. Menjelaskan sejarah sebagai kisah
12. Menjelaskan maksud sejarah sebagai sastra
13. Menyebutkan konsep kronologi
14. Menyusun suatu kisah secara kronologis
15. Menjelaskan tujuan kronologi dalam sejarah
16. Menyebutkan pengertian periodisasi sejarah
17. Menjelaskan tujuan pembuatan periodisasi sejarah
18. Menyusun periodisasi sejarah Indonesia
19. Menyebutkan pengertian kronik
20. Memberikan contoh kronik sebagai sumber dalam sejarah Indonesia
21. Menjelaskan pengertian heuristic
22. Menjelaskan contoh sumber artefak dalam sejarah
23. Membedakan sumber primer dan sekunder
24. Memberikan contoh sumber primer dalam penelitian sejarah
25. Menjelaskan tujuan kritik intern
26. Menyebutkan unsur-unsur yang diuji dalam kritik ekstern
27. Menjelaskan interpretasi
28. Menyebabkan factor penyebab perbedaan interpretasi seseorang
29. Menyebutkan pengertian historiografi
30. Menyebutkan historiografi tradisional Indonesia
31. Menyebutkan pembabakan zaman secara geologi
32. Menjelaskan kondisi pada zaman archaikum
33. Menjelaskan kondisi pada zaman paleozoikum
34. Mendeskripsikan jenis hewan pada masa mesozoikum
35. Menyebutkan peristiwa besar masuknya babak neozoikum
MATERI SEJARAH KELAS XI IPS
1. Menyebutkan bangsa pencipta agama Hindu
2. Menjelaskan maksud kastaisme dalam agama Hindu
3. Menyebutkan kitab suci agama Hindu
4. Memberi contoh kasta yang di sandang rakyat Jelata
5. Menjelaskan pengertian Polytheisme agama Hindu
6. Menyebutkan dewa hindu yang ada dalam trimurti
7. Menyebutkan dewa hindu yang memelihara alam semesta
8. Menjelaskan kemunduran agama hindu
9. Menyebutkan silsilah dari pencipta agama Buddha
10. Menjelaskan pengertian samsara
11. Menyebutkan salahsatu penampakan yang dilihat siddharta
12. Menjelaskan penerangan agung pada hari ke-40
13. Menyebutkan kitab suci agama Buddha
14. Menyebutkan 8 jalan kebenaran menurut Buddha
15. Menjelaskan teori brahmana dalam penyebaran hindu
16. Menjelaskan misi penyebaran agama Buddha di Indonesia
17. Menyebutkan bangsa penyebar agama Buddha di Indonesia
18. Menjelaskan dampak Hindu dalam politik
19. Menjelaskan cultus dewaraja
20. Menyebutkan sumber sejarah kerajaan Kutai
21. Menyebutkan lokasi akurat Kerajaan Kutai
22. Menyebutkan raja terbesar kerajaan Kutai
23. Menjelaskan upacara Asmawedha
24. Menyebutkan sumber Tarumanagara
25. Menyebutkan raja besar Tarumanagara
26. Menjelaskan penyebab runtuhnya Tarumanagara
27. Menyebutkan Ratu yang menjadi penguasa Holing
28. Menjelaskan kedisiplinan dari ratu Holing
29. Menyebutkan sumber sejarah kerajaan Mataram
30. Menyebutkan pendiri kerajaan Mataram Kuno
31. Menjelaskan kemunduran Mataram kuno
32. Menjelaskan penyebab perang saudara antara Balaputradewa dengan Pikatan
33. Menyebutkan karya Mpu Gunadharma
34. Menyebutkan raja terbesar Mataram
35. Menjelaskan kehancuran dari Mataram Kuno
MATERI SEJARAH KELAS XI-IPA
1. Menjelaskan eksodus bangsa arya ke India
2. Menyebutkan bangsa asli India
3. Menyebutkan titik pergaulan internasional bangsa Indonesia
4. Menyebutkan kasta para pedagang/pelaut
5. Menyebutkan pengusung agama Buddha
6. Menjelaskan pengertian nirwana
7. Menyebutkan bangsa penyebar agama Hindu di Indonesia
8. Menjelaskan tujuan 8 jalan kebenaran Buddha
9. Memberikan contoh sinkretisme dalam agama Buddha dengan kepercayaan asli
10. Menyebutkan salahsatu penyebar agama Buddha di Indonesia
11. Menyebutkan contoh kerajaan bercorak Hindu
12. Menyebutkan contoh kerajaan bercorak Buddha
13. Mengidentifikasi kerajaan Hindu yang lahir di pulau Jawa
14. Menyebutkan dampak Hindu dalam bidang social budaya
15. Menyebutkan raja pertama kerajaan Kutai
16. Menyebutkan prasasti Tarumanagara yang ditemukan di Lebak Banten
17. Menyebut raja Sailendra pembuat Borobudur
18. Menyebutkan raja pertama Medang kamulan
19. Menjelaskan perpindahan mataram lama ke Jawa Timur
20. Menjelaskan kebesaran Dharmawangsa
21. Menyebutkan tokoh Medang kamulan yang mngembalikan kekuasaan
22. Menjelaskan tujuan pembagian Medang menjadi dua
23. Menyebutkan raja pertama Kediri
24. Menjelaskan kesombongan Kertajaya
25. Menyebutkan raja pertama Singasari
26. Menjelaskan alasan pembunuhan Ken Arok oleh Anusapati
27. Menjelaskan penyebab hancurnya Singosari
28. Menjelaskan alsan tentara Tartar ke bumi Jawa
29. Menyebutkan pendiri kerajaan Majapahit
30. Masa kebesaran Majapahit
MATERI SEJARAH KELAS XII-IPS
1. Menjelaskan tujuan penculikan ke Rengasdengklok
2. Menyebutkan tokoh muda yang menculik Soekarno-Hatta
3. Penyebab menyerahnya Jepang kepada sekutu
4. Menyebutkan tempat perumusan teks proklamasi
5. Menyebutkan tempat pembacaan teks proklamasi
6. Menyebutkan hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus
7. Menyebutkan hasil sidang PPKI tanggal 19 Agustus
8. Menjelaskan penyebab peristiwa 10 Nopember Surabaya
9. Menyebutkan tokoh palagan Ambarawa
10. Menjelaskan latar belakang Bandung Lautan Api
11. Menyebutkan jumlah propinsi awal kemerdekaan
12. Menyebutkan panglima TNI yang tidak pernah hadir dalam cabinet
13. Menyebutkan bentuk cabinet yang pertamakali pada awal kemerdekaan
14. Menjelaskan alasan Maklumat no.X/1945
15. Menyebutkan contoh partai berhaluan sosialis
16. Menyebutkan perdana menteri pertama RI
17. Menjelaskan kasus yang menjatuhkan Sjahrir
18. Menjelaskan kasus yang menjatuhkan Amir Sjarifuddin
19. Menjelaskan alasan bergabungnya Amir Sjarifuddin dengan Muso
20. Menyebutkan tempat pemeberontakan PKI tahun 1948
21. Menjelaskan hancurnya ekonomi Indonesia oleh pihak luar
22. Menyebutkan isi Kasimo Plan
23. Menjelaskan gunting sjafruddin
24. Menyebutkan penggagas ekonomi benteng
25. Menjelaskan penyebab kegagalan ekonomi benteng
26. Menjelaskan system ekonomi Ali-Baba
27. Menyebutkan alasan Pemilu tahun 1955
28. Menyebutkan PM yang berhasil menyelenggarakan Pemilu
29. Menjelaskan tujuan pemilu tanggal 29 September 1955
30. Menjelaskan Tujuan Pemilu tanggal 15 Desember 1955
31. Menyebutkan 3 partai pemenang pemilu
32. Menyebutkan tugas konstituante
33. Menjelaskan arti dekrit presiden
34. Menjelaskan penyebab kegagalan kerja konstituante
35. Menyebutkan isi dekrit presiden
MATERI SEJARAH KELAS XII-IPA
1. Menyebutkan pakta persekutuan Jepang dalam PD II
2. Menjelaskan maksud janji kemerdekaan Koiso
3. Menyebutkan ketua lembaga BPUPKI
4. Menyebutkan rancangan dasar Negara BPUPKI yang disarankan soekarno
5. Menyebutkan ketua PPKI
6. Menyebutkan sidang PPKI yang memilih presiden dan Wapres
7. Menyebutkan cabinet awal kemerdekaan
8. Menyebutkan perdana menteri yang menandatangani renville
9. Menyebutkan perdana menteri yang menandatangani KMB
10. Menjelaskan latar belakang maklumat no.X/1945
11. Memberikan contoh partai yang berhaluan sosialis di Indonesia
12. Menunjukkan tujuan pemilu tahun 1955
13. Menyebutkan tujuan pemilu tanggal 15 Desember
14. Menyebutkan PM yang melaksankan Pemilu 1955
15. Menyebutkan tujuan pembuatan konstituante
16. Menyebutkan partai pemenang tahun 1955
17. Menjelaskan penyebab kegagalan konstituante
18. Menyebutkan usulan Soekarno untuk perbaikan kerja Konstituante
19. Menyebutkan lembaga yang dibentuk dalam dekrit presiden
20. Menjelaskan arti demokrasi terpimpin
21. Menyebutkan fakta diktatorisme Soekarno
22. Menyebutkan bangunan spektakuler dalam politik mercusuar
23. Menyebutkan ajaran Soekarno tentang Marhaenisme
24. Menyebutkan aliansi Partai penentang Nasakom
25. Menyebutkan pimpinan CC PKI
26. Menjelaskan alasan TNI-AD menentang angkatan ke-V
27. Menyebutkan organisasi petani yang mendukung PKI
28. Menyebutkan tokoh yang diculuk dan dibunuh PKI
29. Menyebutkan korban Demonstrasi Tritura
30. Menyebutkan 3 tokoh pengaju supersemar kepada Soekarno
1. Menjelaskan kegunaan sejarah
2. Menyebutkan arti sejarah secara etimologi
3. Menjelaskan hubungan antara pohon dengan sejarah
4. Menjelaskan proses perkembangan evolusi manusia
5. Menyebutkan pengertian sejarah secara terminologis
6. Menyebutkan Ruang lingkup sejarah
7. Menjelaskan sejarah sebagai peristiwa
8. Menyimpulkan sejarah sebagai peristiwa
9. Menjelaskan sejarah sebagai ilmu
10. Menyebutkan metode yang membuat sejarah menjadi ilmiah
11. Menjelaskan sejarah sebagai kisah
12. Menjelaskan maksud sejarah sebagai sastra
13. Menyebutkan konsep kronologi
14. Menyusun suatu kisah secara kronologis
15. Menjelaskan tujuan kronologi dalam sejarah
16. Menyebutkan pengertian periodisasi sejarah
17. Menjelaskan tujuan pembuatan periodisasi sejarah
18. Menyusun periodisasi sejarah Indonesia
19. Menyebutkan pengertian kronik
20. Memberikan contoh kronik sebagai sumber dalam sejarah Indonesia
21. Menjelaskan pengertian heuristic
22. Menjelaskan contoh sumber artefak dalam sejarah
23. Membedakan sumber primer dan sekunder
24. Memberikan contoh sumber primer dalam penelitian sejarah
25. Menjelaskan tujuan kritik intern
26. Menyebutkan unsur-unsur yang diuji dalam kritik ekstern
27. Menjelaskan interpretasi
28. Menyebabkan factor penyebab perbedaan interpretasi seseorang
29. Menyebutkan pengertian historiografi
30. Menyebutkan historiografi tradisional Indonesia
31. Menyebutkan pembabakan zaman secara geologi
32. Menjelaskan kondisi pada zaman archaikum
33. Menjelaskan kondisi pada zaman paleozoikum
34. Mendeskripsikan jenis hewan pada masa mesozoikum
35. Menyebutkan peristiwa besar masuknya babak neozoikum
MATERI SEJARAH KELAS XI IPS
1. Menyebutkan bangsa pencipta agama Hindu
2. Menjelaskan maksud kastaisme dalam agama Hindu
3. Menyebutkan kitab suci agama Hindu
4. Memberi contoh kasta yang di sandang rakyat Jelata
5. Menjelaskan pengertian Polytheisme agama Hindu
6. Menyebutkan dewa hindu yang ada dalam trimurti
7. Menyebutkan dewa hindu yang memelihara alam semesta
8. Menjelaskan kemunduran agama hindu
9. Menyebutkan silsilah dari pencipta agama Buddha
10. Menjelaskan pengertian samsara
11. Menyebutkan salahsatu penampakan yang dilihat siddharta
12. Menjelaskan penerangan agung pada hari ke-40
13. Menyebutkan kitab suci agama Buddha
14. Menyebutkan 8 jalan kebenaran menurut Buddha
15. Menjelaskan teori brahmana dalam penyebaran hindu
16. Menjelaskan misi penyebaran agama Buddha di Indonesia
17. Menyebutkan bangsa penyebar agama Buddha di Indonesia
18. Menjelaskan dampak Hindu dalam politik
19. Menjelaskan cultus dewaraja
20. Menyebutkan sumber sejarah kerajaan Kutai
21. Menyebutkan lokasi akurat Kerajaan Kutai
22. Menyebutkan raja terbesar kerajaan Kutai
23. Menjelaskan upacara Asmawedha
24. Menyebutkan sumber Tarumanagara
25. Menyebutkan raja besar Tarumanagara
26. Menjelaskan penyebab runtuhnya Tarumanagara
27. Menyebutkan Ratu yang menjadi penguasa Holing
28. Menjelaskan kedisiplinan dari ratu Holing
29. Menyebutkan sumber sejarah kerajaan Mataram
30. Menyebutkan pendiri kerajaan Mataram Kuno
31. Menjelaskan kemunduran Mataram kuno
32. Menjelaskan penyebab perang saudara antara Balaputradewa dengan Pikatan
33. Menyebutkan karya Mpu Gunadharma
34. Menyebutkan raja terbesar Mataram
35. Menjelaskan kehancuran dari Mataram Kuno
MATERI SEJARAH KELAS XI-IPA
1. Menjelaskan eksodus bangsa arya ke India
2. Menyebutkan bangsa asli India
3. Menyebutkan titik pergaulan internasional bangsa Indonesia
4. Menyebutkan kasta para pedagang/pelaut
5. Menyebutkan pengusung agama Buddha
6. Menjelaskan pengertian nirwana
7. Menyebutkan bangsa penyebar agama Hindu di Indonesia
8. Menjelaskan tujuan 8 jalan kebenaran Buddha
9. Memberikan contoh sinkretisme dalam agama Buddha dengan kepercayaan asli
10. Menyebutkan salahsatu penyebar agama Buddha di Indonesia
11. Menyebutkan contoh kerajaan bercorak Hindu
12. Menyebutkan contoh kerajaan bercorak Buddha
13. Mengidentifikasi kerajaan Hindu yang lahir di pulau Jawa
14. Menyebutkan dampak Hindu dalam bidang social budaya
15. Menyebutkan raja pertama kerajaan Kutai
16. Menyebutkan prasasti Tarumanagara yang ditemukan di Lebak Banten
17. Menyebut raja Sailendra pembuat Borobudur
18. Menyebutkan raja pertama Medang kamulan
19. Menjelaskan perpindahan mataram lama ke Jawa Timur
20. Menjelaskan kebesaran Dharmawangsa
21. Menyebutkan tokoh Medang kamulan yang mngembalikan kekuasaan
22. Menjelaskan tujuan pembagian Medang menjadi dua
23. Menyebutkan raja pertama Kediri
24. Menjelaskan kesombongan Kertajaya
25. Menyebutkan raja pertama Singasari
26. Menjelaskan alasan pembunuhan Ken Arok oleh Anusapati
27. Menjelaskan penyebab hancurnya Singosari
28. Menjelaskan alsan tentara Tartar ke bumi Jawa
29. Menyebutkan pendiri kerajaan Majapahit
30. Masa kebesaran Majapahit
MATERI SEJARAH KELAS XII-IPS
1. Menjelaskan tujuan penculikan ke Rengasdengklok
2. Menyebutkan tokoh muda yang menculik Soekarno-Hatta
3. Penyebab menyerahnya Jepang kepada sekutu
4. Menyebutkan tempat perumusan teks proklamasi
5. Menyebutkan tempat pembacaan teks proklamasi
6. Menyebutkan hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus
7. Menyebutkan hasil sidang PPKI tanggal 19 Agustus
8. Menjelaskan penyebab peristiwa 10 Nopember Surabaya
9. Menyebutkan tokoh palagan Ambarawa
10. Menjelaskan latar belakang Bandung Lautan Api
11. Menyebutkan jumlah propinsi awal kemerdekaan
12. Menyebutkan panglima TNI yang tidak pernah hadir dalam cabinet
13. Menyebutkan bentuk cabinet yang pertamakali pada awal kemerdekaan
14. Menjelaskan alasan Maklumat no.X/1945
15. Menyebutkan contoh partai berhaluan sosialis
16. Menyebutkan perdana menteri pertama RI
17. Menjelaskan kasus yang menjatuhkan Sjahrir
18. Menjelaskan kasus yang menjatuhkan Amir Sjarifuddin
19. Menjelaskan alasan bergabungnya Amir Sjarifuddin dengan Muso
20. Menyebutkan tempat pemeberontakan PKI tahun 1948
21. Menjelaskan hancurnya ekonomi Indonesia oleh pihak luar
22. Menyebutkan isi Kasimo Plan
23. Menjelaskan gunting sjafruddin
24. Menyebutkan penggagas ekonomi benteng
25. Menjelaskan penyebab kegagalan ekonomi benteng
26. Menjelaskan system ekonomi Ali-Baba
27. Menyebutkan alasan Pemilu tahun 1955
28. Menyebutkan PM yang berhasil menyelenggarakan Pemilu
29. Menjelaskan tujuan pemilu tanggal 29 September 1955
30. Menjelaskan Tujuan Pemilu tanggal 15 Desember 1955
31. Menyebutkan 3 partai pemenang pemilu
32. Menyebutkan tugas konstituante
33. Menjelaskan arti dekrit presiden
34. Menjelaskan penyebab kegagalan kerja konstituante
35. Menyebutkan isi dekrit presiden
MATERI SEJARAH KELAS XII-IPA
1. Menyebutkan pakta persekutuan Jepang dalam PD II
2. Menjelaskan maksud janji kemerdekaan Koiso
3. Menyebutkan ketua lembaga BPUPKI
4. Menyebutkan rancangan dasar Negara BPUPKI yang disarankan soekarno
5. Menyebutkan ketua PPKI
6. Menyebutkan sidang PPKI yang memilih presiden dan Wapres
7. Menyebutkan cabinet awal kemerdekaan
8. Menyebutkan perdana menteri yang menandatangani renville
9. Menyebutkan perdana menteri yang menandatangani KMB
10. Menjelaskan latar belakang maklumat no.X/1945
11. Memberikan contoh partai yang berhaluan sosialis di Indonesia
12. Menunjukkan tujuan pemilu tahun 1955
13. Menyebutkan tujuan pemilu tanggal 15 Desember
14. Menyebutkan PM yang melaksankan Pemilu 1955
15. Menyebutkan tujuan pembuatan konstituante
16. Menyebutkan partai pemenang tahun 1955
17. Menjelaskan penyebab kegagalan konstituante
18. Menyebutkan usulan Soekarno untuk perbaikan kerja Konstituante
19. Menyebutkan lembaga yang dibentuk dalam dekrit presiden
20. Menjelaskan arti demokrasi terpimpin
21. Menyebutkan fakta diktatorisme Soekarno
22. Menyebutkan bangunan spektakuler dalam politik mercusuar
23. Menyebutkan ajaran Soekarno tentang Marhaenisme
24. Menyebutkan aliansi Partai penentang Nasakom
25. Menyebutkan pimpinan CC PKI
26. Menjelaskan alasan TNI-AD menentang angkatan ke-V
27. Menyebutkan organisasi petani yang mendukung PKI
28. Menyebutkan tokoh yang diculuk dan dibunuh PKI
29. Menyebutkan korban Demonstrasi Tritura
30. Menyebutkan 3 tokoh pengaju supersemar kepada Soekarno
Senin, 14 September 2009
Selamat Hari Raya Lebaran
Anak-anakku sekalian…
Tanpa terasa waktu bergulir menghempaskan waktu kita kearah yang lebih dewasa
Membawa kita untuk semakin mengurangi jatah usia yang kita miliki.
Kehidupan kita disini adalah ladang untuk kehidupan disana.
Perbaiki dan perbaharuilah segala perbuatan kita kearah yang lebih indah lagi
Anak-anakku…Ramdhan tak terasa terus bergulir..yang pada akhirnya meninggalkan kita
Ramadhan yang merupakan bulan kemuliaan yang Allah berikan kepada Orang beriman
Ternyata segera akan meningglkan kita dan kita jelang Idul Fitri.
Anak-anakku sekalian..
Maafkanlah segala dosa yang telah bapak buat kepada kalian..
Karena sesungguhnya bapak adalah manusia yang selalu bergelimang dalam dosa dan khilaf
Maafkanlah bila kehadirann bapak selama ini membuat derita tak terasa
Di Hari yang suci di Iedul Fitri ini..
Marilah kita saling memaafkan suasana hidup yang penuh dengan Nista
Minal Aidzin Wal Faidzin….(Banjaran, 1 Syawal 1430 H.)
Tanpa terasa waktu bergulir menghempaskan waktu kita kearah yang lebih dewasa
Membawa kita untuk semakin mengurangi jatah usia yang kita miliki.
Kehidupan kita disini adalah ladang untuk kehidupan disana.
Perbaiki dan perbaharuilah segala perbuatan kita kearah yang lebih indah lagi
Anak-anakku…Ramdhan tak terasa terus bergulir..yang pada akhirnya meninggalkan kita
Ramadhan yang merupakan bulan kemuliaan yang Allah berikan kepada Orang beriman
Ternyata segera akan meningglkan kita dan kita jelang Idul Fitri.
Anak-anakku sekalian..
Maafkanlah segala dosa yang telah bapak buat kepada kalian..
Karena sesungguhnya bapak adalah manusia yang selalu bergelimang dalam dosa dan khilaf
Maafkanlah bila kehadirann bapak selama ini membuat derita tak terasa
Di Hari yang suci di Iedul Fitri ini..
Marilah kita saling memaafkan suasana hidup yang penuh dengan Nista
Minal Aidzin Wal Faidzin….(Banjaran, 1 Syawal 1430 H.)
Minggu, 30 Agustus 2009
Materi Sejarah Kelas XI
RIWAYAT SINGKAT SIDDHARTA GAUTAMA
Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama (Sansekerta: Siddhattha Gotama; Pali: "keturunan Gotama yang tujuannya tercapai"), dia kemudian menjadi sang Buddha (secara harafiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Dia juga dikenal sebagai Shakyamuni atau Sakyamuni ('orang bijak dari kaum Sakya') dan sebagai sang Tathagata. Siddharta Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha[1] Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) di masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti: sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada suatu simposium para ahli akan masalah ini,[2] sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya.
Siddharta Gautama merupakan figur utama dalam Agama Buddha, keterangan akan kehidupannya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut Agama Buddha dirangkum setelah kematiannya dan dihafalkan oleh para pengikutnya. Berbagai kumpulan perlengkapan pengajaran akan Siddharta Gautama diberikan secara lisan, dan bentuk tulisan pertama kali dilakukan sekitar 400 tahun kemudian. Pelajar-pelajar dari negara Barat lebih condong untuk menerima biografi Sang Buddha yang dijelaskan dalam naskah Agama Buddha sebagai catatan sejarah, tetapi belakangan ini "keseganan pelajar negara Barat meningkat dalam memberikan pernyataan yang tidak sesuai mengenai fakta historis akan kehidupan dan pengajaran Sang Buddha."[3]
Orang tua
Ayah dari Pangeran Siddharta adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Sri Ratu Mahä Mäyä Dewi. Ibunda Ratu meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Sang Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak itu maka yang merawat Pangeran Siddharta adalah Mahä Pajäpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.
Kelahiran
Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 623 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya angat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, tempat yang dipijakinya tumbuh bunga teratai. Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala diramalkan bahwa Pangeran Siddharta kelak akan menjadi Maharaja Diraja atau akan menjadi seorang Buddha. Hanya pertapa Kondañña yang dengan pasti meramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Mendengar ramalan tersebut Sri Baginda menjadi cemas, karena apabila Sang Pangeran menjadi Buddha, tidak ada yang akan mewarisi tahta kerajaannya. Oleh pertanyaan Sang Raja, para pertapa itu menjelaskan agar Sang Pangeran jangan sampai melihat empat macam peristiwa, atau ia akan menjadi pertapa dan menjadi Buddha. Empat macam peristiwa itu adalah:
1. Orang tua,
2. Orang sakit,
3. Orang mati,
4. Seorang pertapa.
Masa kecil
Sejak kecil sudah terlihat bahwa Sang Pangeran adalah seorang anak yang cerdas dan sangat pandai, selalu dilayani oleh pelayan-pelayan dan dayang-dayang yang masih muda dan cantik rupawan di istana yang megah dan indah. Dalam usia 16 tahun Pangeran Siddharta menikah dengan Puteri Yasodhara yang dipersuntingnya setelah memenangkan berbagai sayembara. Ternyata akhirnya Sang Pangeran melihat empat peristiwa yang selalu diusahakan agar tidak berada di dalam penglihatannya, setelah itu Pangeran Siddharta tampak murung dan kecewa melihat kenyataan hidup yang penuh dengan derita ini. Dalam Usia 7 tahun Pangeran Siddharta telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Tetapi Pangeran Siddharta kurang berminat dengan pelajaran tersebut. Pangeran Siddharta mendiami tiga istana, yaitu istana musim semi, musim hujan dan pancaroba.
Ketika beliau berusia 29 tahun, putera pertamanya lahir dan diberi nama Rahula. Setelah itu Pangeran Siddharta meninggalkan istana, keluarga, kemewahan, untuk pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit dan mati. Pertapa Siddharta berguru kepada Alära Käläma dan kemudian kepada Uddaka Ramäputra, tetapi tidak merasa puas karena tidak memperoleh yang diharapkannya. Kemudian beliau bertapa menyiksa diri dengan ditemani lima orang pertapa. Akhirnya beliau juga meninggalkan cara yang ekstrim itu dan bermeditasi di bawah pohon Bodhi untuk mendapatkan Penerangan Agung.
Kata-kata pertapa Asita membuat Baginda tidak tenang siang dan malam, karena khawatir kalau putra tunggalnya akan meninggalkan istana dan menjadi pertapa, mengembara tanpa tempat tinggal. Untuk itu Baginda memilih banyak pelayan untuk merawat Pangeran Siddharta, agar putra tunggalnya menikmati hidup keduniawian. Segala bentuk penderitaan berusaha disingkirkan dari kehidupan Pangeran Siddharta, seperti sakit, umur tua, dan kematian. Sehingga Pangeran hanya mengetahui kenikmatan duniawi.
Suatu hari Pangeran Siddharta meminta ijin untuk berjalan di luar istana, dimana pada kesempatan yang berbeda dilihatnya "Empat Kondisi" yang sangat berarti, yaitu orang tua, orang sakit, orang mati dan orang suci. Sehingga Pangeran Siddharta bersedih dan menanyakan kepada dirinya sendiri, "Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian. Lebih-lebih mereka yang minta pertolongan kepada orang yang tidak mengerti, yang sama-sama tidak tahu dan terikat dengan segala sesuatu yang sifatnya sementara ini!". Pangeran Siddharta berpikir bahwa hanya kehidupan suci yang akan memberikan semua jawaban tersebut.
Selama 10 tahun lamanya Pangeran Siddharta hidup dalam kesenangan duniawi. Pergolakan batin Pangeran Siddharta berjalan terus sampai berusia 29 tahun, tepat pada saat putra tunggalnya Rahula lahir. Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa.
Masa pengembaraan
Pangeram Siddharta mencukur rambutnya dan menjadi pertapa, relief Borobudur.
Didalam pengembaraannya, pertapa Gautama mempelajari latihan pertapaan dari pertapa Bhagava dan kemudian memperdalam cara bertapa dari dua pertapa lainnya, yaitu pertapa Alara Kalama dan pertapa Udraka Ramputra. Namun setelah mempelajari cara bertapa dari kedua gurunya tersebut, tetap belum ditemukan jawaban yang diinginkannya. Sehingga sadarlah pertapa Gautama bahwa dengan cara bertapa seperti itu tidak akan mencapai Pencerahan Sempurna. Kemudian pertapa Gautama meninggalkan kedua gurunya dan pergi ke Magadha untuk melaksanakan bertapa menyiksa diri di hutan Uruwela, di tepi Sungai Nairanjana yang mengalir dekat Hutan Gaya. Walaupun telah melakukan bertapa menyiksa diri selama enam tahun di Hutan Uruwela, tetap pertapa Gautama belum juga dapat memahami hakekat dan tujuan dari hasil pertapaan yang dilakukan tersebut.
Pada suatu hari pertapa Gautama dalam pertapaannya mendengar seorang tua sedang menasehati anaknya di atas perahu yang melintasi sungai Nairanjana dengan mengatakan:
" Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu "
Nasehat tersebut sangat berarti bagi pertapa Gautama yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan tapanya lalu pergi ke sungai untuk mandi. Badannya yang telah tinggal tulang hampir tidak sanggup untuk menopang tubuh pertapa Gautama. Seorang wanita bernama Sujata memberi pertapa Gautama semangkuk susu. Badannya dirasakannya sangat lemah dan maut hampir saja merenggut jiwanya, namun dengan kemauan yang keras membaja, pertapa Gautama melanjutkan samadhinya di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya, sambil berprasetya, "Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan , tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna."
Perasaan bimbang dan ragu melanda diri pertapa Gautama, hampir saja Beliau putus asa menghadapi godaan Mara, setan penggoda yang dahsyat itu. Dengan kemauan yang keras membaja dan dengan iman yang teguh kukuh, akhirnya godaan Mara dapat dilawan dan ditaklukkannya. Hal ini terjadi ketika bintang pagi memperlihatkan dirinya di ufuk timur.
Sekarang pertapa Gautama menjadi terang dan jernih, secerah sinar fajar yang menyingsing di ufuk timur. Pertapa Gautama telah mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha [Sammasam-Buddha], tepat pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun (menurut versi Buddhisme Mahayana, 531 SM pada hari ke-8 bulan ke-12, menurut kalender lunar. Versi WFB, pada bulan Mei tahun 588 SM). Pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dari tubuh Sang Siddharta memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti; kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan; merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih; putih mengandung arti suci; jingga berarti giat; dan campuran kelima sinar tersebut.
Penyebaran ajaran Buddha Seri Pengetahuan Kerajaan Hindu-Budha di Pulau Jawa
Indonesia telah mengalami sejarah yang amat panjang dengan segala kebesarannya. Salah satumasa keemasan tersebut terjadi pada jaman klasik, ketika kerajaan yang menganut
kepercayaan Hindu-Budha mendominasi Indonesia, yang ditunjukkan dengan peninggalan candiBorobudur yang dikenal luas oleh dunia. Selain candi, masa Kerajaan Hindu-Budha jugamelahirkan banyak temuan menarik yang patut dilestarikan, seperti gaya seni rupa RWD,arsitektur, serta karya sastra.Banyak aspek yang dapat dipelajari dari jaman ini oleh anak-anak, tidak hanya karya rupa tapijuga warisan budaya dan falsafah yang sampai kini tetap mengakar dalam bangsa Indonesia,contohnya adalah ucapan "Bhineka tunggal ika". Selain itu, cerita sejarah suatu kerajaan(hindu-budha) juga dapat menjadi sebuah cerita yang menarik, layaknya cerita fiksi yangmengasyikan untuk dibaca. Misalnya kisah kepahlawanan dan perjuangan yang ditunjukkan oleh
tokoh-tokoh penting di masa itu, seperti Gajah Mada yang ingin menyatukan nusantara.
Sayangnya pengetahuan ini tidak terlalu diminati oleh pelajar dan anak-anak, sehingga seringterlupakan. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyajian sejarah yang monoton dan tidakmenarik, baik dari penyajian buku maupun penyajian pelajaran sejarah di sekolah. Karenaitulah, harus dibuat cara agar sejarah menjadi ilmu yang menarik untuk dipelajari dan bersifatedutainment. Materi dalam buku juga harus diusahakan lebih umum (meskipun tidakmengurangi nilai sejarahnya), karena buku seri ini dimaksudkan sebagai pengantar pengetahuankerajaan Hindu-Budha ke dalam materi yang lebih mendalam untuk segmentasi anak pra-remaja.
Salah satu cara yang dapat dipakai adalah dengan mengemas cerita sejarah tersebut menjadisebuah cerita petualangan dengan jalan cerita yang dapat dipilih oleh anak-anak yangmembacanya (pilih sendiri petualanganmu). Dengan adanya pilihan jalan cerita, anak-anakdapat memilih hal yang ingin mereka ketahui terlebih dahulu sehingga pengetahuan sejarahtidak lagi memiliki pakem cerita yang kadang membosankan. Cara lain adalah denganmenampilkan tokoh anak-anak sebagai tokoh utama. Dengan adanya tokoh utama yang seumurdengan pembaca, anak-anak akan lebih menganggap buku itu sebagai buku yang khususditujukan untuk mereka. Dengan adanya tokoh utama yang seumur dengan pembaca, anak-anakjuga tidak akan merasa digurui oleh buku tersebut. Kuis atau permainan kecil di sela-selamateri buku juga dapat membantu anak mengingat pengetahuan sejarah yang baru merekabaca.
PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM SERTA WUJUD AKULTURASINYA DI INDONESIA
Islam merupakan salah satu agama yang masuk dan berkembang di Indonesia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda, karena di mass media mungkin Anda sudah sering mendengar atau membaca bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki penganut agama Islam terbesar di dunia.
Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai, kemudian diteruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama atau penyebar ajaran Islam. Mengenai kapan Islam masuk ke Indonesia dan siapa pembawanya terdapat beberapa teori yang mendukungnya. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia.
Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
1. Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
1. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
2. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia - Cambay - Timur Tengah - Eropa.
3. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.
Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.
Demikianlah penjelasan tentang teori Gujarat. Silahkan Anda simak teori berikutnya.
2. Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat.
Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
1. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
2. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi'i, dimana pengaruh mazhab Syafi'i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
3. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir.
Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.
Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham simak teori berikutnya.
3. Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
1. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
2. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al - Hallaj.
3. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda bunyi Harakat.
4. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
5. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke - 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India).
Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya Islam ke Indonesia. Untuk menguji pemahaman Anda , maka isilah tabel 1.1 berikut ini, Dan untuk mengetahui kebenaran jawaban Anda. Silahkan tanyakan kepada guru bina Anda.
Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat.
Pedagang tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan.
Dengan adanya perkampungan pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan ada yang sampai menikah dengan wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.
Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren.
Pondok pesantren adalah tempat para pemuda dari berbagai daerah dan kalangan masyarakat menimba ilmu agama Islam. Setelah tammat dari pondok tersebut, maka para pemuda menjadi juru dakwah untuk menyebarkan Islam di daerahnya masing-masing.
Di samping penyebaran Islam melalui saluran yang telah dijelaskan di atas, Islam juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Untuk menguji tingkat pemahaman Anda, silahkan Anda diskusikan dengan teman-teman Anda, mencari alasan mengapa Islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Selanjutnya dapat Anda simak uraian materi berikutnya.
Di pulau Jawa, peranan mubaligh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan walisongo yang merupakan suatu majelis yang berjumlah sembilan orang. Majelis ini berlangsung dalam beberapa periode secara bersambung, mengganti ulama yang wafat / hijrah ke luar Jawa. Dari penjelasan tersebut apakah Anda sudah paham, kalau sudah paham simak uraian materi berikutnya tentang periode penyebaran islam oleh para ulama/wali tersebut.
1. Periode I :
Penyebaran Islam dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim*, Maulana Ishaq(-), Ahmad Jumadil Qubra, Muhammad Al-Magribi, Malik Israil*, Muhammad Al-Akbar*, Maulana Hasannudin, Aliyuddin*, dan Syeikh Subakir (-).
2. Periode II :
Penyebaran Islam digantikan oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel Denta), Ja'far Shiddiq (Sunan Kudus), Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
3. Periode III :
hijrahnya Maulana Ishaq dan Syeikh Subakir, dan wafatnya Maulana Hassanudin dan Aliyuddin maka penyebar Islam pada periode ini dilakukan oleh Raden Paku (Sunan Giri), Raden Said (Sunan Kalijaga), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Raden Qashim (Sunan Drajat).
4. Periode IV :
Penyebar Islam selanjutnya adalah Jumadil Kubra dan Muhammad Al-Maghribi dan kemudian digantikan oleh Raden Hasan (Raden Patah) dan Fadhilah Khan (Falatehan).
5. Periode V :
Untuk periode ini karena Raden Patah menjadi Sultan Demak maka yang menggantikan posisinya adalah Sunan Muria.
Demikianlah penyebaran tentang periode penyebaran Islam di Indonesia, mudah-mudahan Anda dapat memahami dengan mudah, selanjutnya Anda simak uraian materi berikutnya.
Para wali / ulama yang dikenal dengan sebutan walisongo di Pulau Jawa terdiri dari :
1. Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam di Jawa Timur.
2. Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah Ampel Surabaya.
3. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
4. Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin, menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
5. Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri (Gresik).
6. Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja'far Shodik menyebarkan ajaran Islam di daerah Kudus.
7. Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan ajaran Islam di daerah Demak.
8. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
9. Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon).
Sembilan wali yang sangat terkenal di pulau Jawa, Masyarakat Jawa sebagian memandang para wali memiliki kesempurnaan hidup dan selalu dekat dengan Allah, sehingga dikenal dengan sebutan Waliullah yang artinya orang yang dikasihi Allah.
Selanjutnya untuk menguji tingkat pemahaman Anda tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia, maka kerjakanlah latihan soal berikut ini.
1. Tuliskan bukti Islam masuk Indonesia abad ke - 7
2. Tuliskan bukti Islam masuk ke Indonesia abad ke - 13
3. Berikan 3 teori yang memberi penjelasan tentang bangsa-bangsa yang menyebarkan Islam ke Indonesia.
4. Sebutkan 5 jalur/saluran proses Islamisasi di Indonesia dan berikan penjelasan.
5. Sebutkan nama-nama Walisongo dan nama aslinya serta daerah penyebaran ajarannya.
Wujud Akulturasi Kebudayaan Indonesia dan Kebudayaan Islam
Sebelum Islam masuk dan berkembang, Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha seperti yang pernah Anda pelajari pada modul sebelumnya.
Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi (proses bercampurnya dua (lebih) kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa dan saling mempengaruhi), yang melahirkan kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam Indonesia. Masuknya Islam tersebut tidak berarti kebudayaan Hindu dan Budha hilang.
Bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi tersebut, tidak hanya bersifat kebendaan/material tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat Indonesia.
Untuk lebih memahami wujud budaya yang sudah mengalami proses akulturasi dapat Anda simak dalam uraian materi berikut ini.
1. Seni Bangunan
Wujud akulturasi dalam seni bangunan dapat terlihat pada bangunan masjid, makam, istana. Wujud akulturasi dari masjid kuno seperti yang tampak pada gambar 1 memiliki ciri sebagai berikut:
1. Atapnya berbentuk tumpang yaitu atap yang bersusun semakin ke atas semakin kecil dari tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah atapnya ganjil 1, 3 atau 5. Dan biasanya ditambah dengan kemuncak untuk memberi tekanan akan keruncingannya yang disebut dengan Mustaka.
2. Tidak dilengkapi dengan menara, seperti lazimnya bangunan masjid yang ada di luar Indonesia atau yang ada sekarang, tetapi dilengkapi dengan kentongan atau bedug untuk menyerukan adzan atau panggilan sholat. Bedug dan kentongan merupakan budaya asli Indonesia.
3. Letak masjid biasanya dekat dengan istana yaitu sebelah barat alun-alun atau bahkan didirikan di tempat-tempat keramat yaitu di atas bukit atau dekat dengan makam.
Mengenai contoh masjid kuno selain seperti yang tampak pada gambar 1 Anda dapat memperhatikan Masjid Agung Demak, Masjid Gunung Jati (Cirebon), Masjid Kudus dan sebagainya.
Apakah di daerah Anda terdapat bangunan masjid kuno ? Kalau ada, silahkan Anda mengkaji sendiri ciri-cirinya, apakah sesuai dengan uraian dalam modul ini? Selanjutnya silahkan Anda menyimak uraian materi seni bangunan berikutnya.
Selain bangunan masjid sebagai wujud akulturasi kebudyaan Islam, juga terlihat pada bangunan makam. Setelah Anda mengenal gambar 2 makam Sendang Duwur (Tuban) tersebut, Silahkan Anda cari sendiri ciri-ciri dari bangunan makam tersebut kemudian tulis pendapat Anda pada titik-titik di bawah ini.
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
Selanjutnya cocokkan pendapat Anda dengan uraian materi berikut ini. Ciri-ciri dari wujud akulturasi pada bangunan makam terlihat dari:
1. makam-makam kuno dibangun di atas bukit atau tempat-tempat yang keramat.
2. makamnya terbuat dari bangunan batu yang disebut dengan Jirat atau Kijing, nisannya juga terbuat dari batu.
3. di atas jirat biasanya didirikan rumah tersendiri yang disebut dengan cungkup atau kubba.
4. dilengkapi dengan tembok atau gapura yang menghubungkan antara makam dengan makam atau kelompok-kelompok makam. Bentuk gapura tersebut ada yang berbentuk kori agung (beratap dan berpintu) dan ada yang berbentuk candi bentar (tidak beratap dan tidak berpintu).
5. Di dekat makam biasanya dibangun masjid, maka disebut masjid makam dan biasanya makam tersebut adalah makam para wali atau raja. Contohnya masjid makam Sendang Duwur seperti yang tampak pada gambar 2 tersebut.
Apakah Anda sudah memahami ciri-ciri pada bangunan makam tersebut ? Kalau Anda sudah paham, silahkan Anda simak wujud akulturasi pada bangunan istana.
Bangunan istana arsitektur yang dibangun pada awal perkembangan Islam, juga memperlihatkan adanya unsur akulturasi dari segi arsitektur ataupun ragam hias, maupun dari seni patungnya contohnya istana Kasultanan Yogyakarta dilengkapi dengan patung penjaga Dwarapala (Hindu).
Demikianlah contoh wujud akulturasi pada seni bangunan untuk selanjutnya simak contoh wujud akulturasi yang berikutnya.
2. Seni Rupa
Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan. Seni ukir relief yang menghias Masjid, makam Islam berupa suluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula Sinkretisme (hasil perpaduan dua aliran seni logam), agar didapat keserasian, misalnya ragam hias pada gambar 3 ditengah ragam hias suluran terdapat bentuk kera yang distilir.
Ukiran ataupun hiasan seperti pada gambar 3, selain ditemukan di masjid juga ditemukan pada gapura-gapura atau pada pintu dan tiang. Untuk hiasan pada gapura dapat Anda simak kembali gambar 2
Setelah Anda menyimak gambar 2 tersebut, simak kembali uraian materi tentang wujud akulturasi berikutnya.
3. Aksara dan Seni Sastra
Tersebarnya agama Islam ke Indonesia maka berpengaruh terhadap bidang aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab, bahkan berkembang tulisan Arab Melayu atau biasanya dikenal dengan istilah Arab gundul yaitu tulisan Arab yang dipakai untuk menuliskan bahasa Melayu tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u seperti lazimnya tulisan Arab.
Di samping itu juga, huruf Arab berkembang menjadi seni kaligrafi yang banyak digunakan sebagai motif hiasan ataupun ukiran dan gambar wayang. Untuk lebih jelasnya silahkan Sedangkan dalam seni sastra yang berkembang pada awal periode Islam adalah seni sastra yang berasal dari perpaduan sastra pengaruh Hindu - Budha dan sastra Islam yang banyak mendapat pengaruh Persia.
Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat dari tulisan/aksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf Arab Melayu (Arab Gundul) dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil sastra yang berkembang pada jaman Hindu.
Bentuk seni sastra yang berkembang adalah:
1. Hikayat yaitu cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan bebas atau prosa). Contoh hikayat yang terkenal yaitu Hikayat 1001 Malam, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Pandawa Lima (Hindu), Hikayat Sri Rama (Hindu).
2. Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno), Babad Cirebon.
3. Suluk adalah kitab yang membentangkan soal-soal tasawwuf contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang dan sebagainya.
4. Primbon adalah hasil sastra yang sangat dekat dengan Suluk karena berbentuk kitab yang berisi ramalan-ramalan, keajaiban dan penentuan hari baik/buruk.
Bentuk seni sastra tersebut di atas, banyak berkembang di Melayu dan Pulau Jawa. Dari penjelasan tersebut, apakah Anda sudah memahami, kalau sudah paham silahkan diskusikan dengan teman-teman Anda, untuk mencari contoh bentuk seni sastra, seperti yang tersebut di atas yang terdapat di daerah Anda. Selanjutnya simaklah uraian materi wujud akulturasi berikutnya.
4. Sistem Pemerintahan
Dalam pemerintahan, sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu ataupun Budha, tetapi setelah Islam masuk, maka kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu/Budha mengalami keruntuhannya dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka dan sebagainya.
Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar Sultan atau Sunan seperti halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi dimakamkan dicandi/dicandikan tetapi dimakamkan secara Islam.
Demikianlah penjelasan wujud akulturasi dalam salah satu hal sistem pemerintahan. Selanjutnya simak wujud akulturasi berikutnya.
5. Sistem Kalender
Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal Kalender Saka (kalender Hindu) yang dimulai tahun 78M. Dalam kalender Saka ini ditemukan nama-nama pasaran hari seperti legi, pahing, pon, wage dan kliwon. Apakah sebelumnya Anda pernah mengetahui/mengenal hari-hari pasaran?
Setelah berkembangnya Islam Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah (Islam).
Pada kalender Jawa, Sultan Agung melakukan perubahan pada nama-nama bulan seperti Muharram diganti dengan Syuro, Ramadhan diganti dengan Pasa. Sedangkan nama-nama hari tetap menggunakan hari-hari sesuai dengan bahasa Arab. Dan bahkan hari pasaran pada kalender saka juga dipergunakan.
Kalender Sultan Agung tersebut dimulai tanggal 1 Syuro 1555 Jawa, atau tepatnya 1 Muharram 1053 H yang bertepatan tanggal 8 Agustus 1633 M.
Untuk mengetahui bentuk kalender jawa tersebut, silahkan Demikianlah uraian materi tentang wujud akulturasi kebudayaan Indonesia dan kebudayaan Islam, sebenarnya masih banyak contoh wujud akulturasi yang lain, untuk itu silahkan diskusikan dengan teman-teman Anda, mencari wujud akulturasi dari berbagai pelaksanaan peringatan hari-hari besar Islam atau upacara-upacara yang berhubungan dengan keagamaan. Hasil diskusi Anda, nanti Anda kumpulkan kepada guru bina di sekolah penyelenggara.
Selanjutnya kerjakanlah latihan-latihan soal berikut ini, agar tingkat pemahaman Anda dapat terukur. Selamat mengerjakan!
1. Berikan penjelasan tentang ciri-ciri wujud akulturasi pada seni bangunan berikut ini.
2. Sebutkan nama-nama masjid kuno dan daerahnya sebagai hasil wujud akulturasi.
3. Berikan contoh dan penjelasan ciri-ciri wujud akulturasi pada seni rupa dan aksara pada kolom di bawah ini.
4. Berikan contoh dan penjelasan wujud akulturasi dalam seni sastra.
5. Berikan penjelasan tentang kalender Jawa
Komunisme
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia. Penganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manuskrip politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Ide dasar
Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati karena korupsi yang dilakukan oleh para pemimpinnya.
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata akan tetapi dalam kenyataannya hanya dikelolah serta menguntungkan para elit partai, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistim demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
Secara umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).
Cabang-Cabang Komunisme Dunia
Komunis Internasional
Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
Maoisme
Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.
Indonesia dan komunisme
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis internasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.
Sejarah Komunisme Di Indonesia
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya.
Kelahiran komunisme di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolanya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumipun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri kedalam SI (Sarekat Islam) menjadikan Komunis sebagian cabangnya karena tak otonomi yang diciptakan Pemerintah Kolonial atas organisasi lepas mnejadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggungjawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulah Haji Agoes Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.
Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Musso secara misterius ari Uni Sovyet ke Negara Republik - Saat itu masih be ibu kota di Yogyakarta-. Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Musso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N Aidit. Musso dengan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Sjarifudin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Musso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antara militer Indonesia pada waktu itu.
Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatanya kembali. Di dukung dengan Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan Militer yang bermusuhan akan melakukan Kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya di percaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September.
Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman Komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibantai di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap di awasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok Komunis, Marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.
Apakah Komunisme Telah Mati?
Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikail Ghorbacev. Namun Komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (USSR dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nicaragua.
Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih ada didalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.
Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama (Sansekerta: Siddhattha Gotama; Pali: "keturunan Gotama yang tujuannya tercapai"), dia kemudian menjadi sang Buddha (secara harafiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Dia juga dikenal sebagai Shakyamuni atau Sakyamuni ('orang bijak dari kaum Sakya') dan sebagai sang Tathagata. Siddharta Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha[1] Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) di masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti: sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada suatu simposium para ahli akan masalah ini,[2] sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya.
Siddharta Gautama merupakan figur utama dalam Agama Buddha, keterangan akan kehidupannya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut Agama Buddha dirangkum setelah kematiannya dan dihafalkan oleh para pengikutnya. Berbagai kumpulan perlengkapan pengajaran akan Siddharta Gautama diberikan secara lisan, dan bentuk tulisan pertama kali dilakukan sekitar 400 tahun kemudian. Pelajar-pelajar dari negara Barat lebih condong untuk menerima biografi Sang Buddha yang dijelaskan dalam naskah Agama Buddha sebagai catatan sejarah, tetapi belakangan ini "keseganan pelajar negara Barat meningkat dalam memberikan pernyataan yang tidak sesuai mengenai fakta historis akan kehidupan dan pengajaran Sang Buddha."[3]
Orang tua
Ayah dari Pangeran Siddharta adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Sri Ratu Mahä Mäyä Dewi. Ibunda Ratu meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Sang Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak itu maka yang merawat Pangeran Siddharta adalah Mahä Pajäpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.
Kelahiran
Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 623 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya angat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, tempat yang dipijakinya tumbuh bunga teratai. Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala diramalkan bahwa Pangeran Siddharta kelak akan menjadi Maharaja Diraja atau akan menjadi seorang Buddha. Hanya pertapa Kondañña yang dengan pasti meramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Mendengar ramalan tersebut Sri Baginda menjadi cemas, karena apabila Sang Pangeran menjadi Buddha, tidak ada yang akan mewarisi tahta kerajaannya. Oleh pertanyaan Sang Raja, para pertapa itu menjelaskan agar Sang Pangeran jangan sampai melihat empat macam peristiwa, atau ia akan menjadi pertapa dan menjadi Buddha. Empat macam peristiwa itu adalah:
1. Orang tua,
2. Orang sakit,
3. Orang mati,
4. Seorang pertapa.
Masa kecil
Sejak kecil sudah terlihat bahwa Sang Pangeran adalah seorang anak yang cerdas dan sangat pandai, selalu dilayani oleh pelayan-pelayan dan dayang-dayang yang masih muda dan cantik rupawan di istana yang megah dan indah. Dalam usia 16 tahun Pangeran Siddharta menikah dengan Puteri Yasodhara yang dipersuntingnya setelah memenangkan berbagai sayembara. Ternyata akhirnya Sang Pangeran melihat empat peristiwa yang selalu diusahakan agar tidak berada di dalam penglihatannya, setelah itu Pangeran Siddharta tampak murung dan kecewa melihat kenyataan hidup yang penuh dengan derita ini. Dalam Usia 7 tahun Pangeran Siddharta telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Tetapi Pangeran Siddharta kurang berminat dengan pelajaran tersebut. Pangeran Siddharta mendiami tiga istana, yaitu istana musim semi, musim hujan dan pancaroba.
Ketika beliau berusia 29 tahun, putera pertamanya lahir dan diberi nama Rahula. Setelah itu Pangeran Siddharta meninggalkan istana, keluarga, kemewahan, untuk pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit dan mati. Pertapa Siddharta berguru kepada Alära Käläma dan kemudian kepada Uddaka Ramäputra, tetapi tidak merasa puas karena tidak memperoleh yang diharapkannya. Kemudian beliau bertapa menyiksa diri dengan ditemani lima orang pertapa. Akhirnya beliau juga meninggalkan cara yang ekstrim itu dan bermeditasi di bawah pohon Bodhi untuk mendapatkan Penerangan Agung.
Kata-kata pertapa Asita membuat Baginda tidak tenang siang dan malam, karena khawatir kalau putra tunggalnya akan meninggalkan istana dan menjadi pertapa, mengembara tanpa tempat tinggal. Untuk itu Baginda memilih banyak pelayan untuk merawat Pangeran Siddharta, agar putra tunggalnya menikmati hidup keduniawian. Segala bentuk penderitaan berusaha disingkirkan dari kehidupan Pangeran Siddharta, seperti sakit, umur tua, dan kematian. Sehingga Pangeran hanya mengetahui kenikmatan duniawi.
Suatu hari Pangeran Siddharta meminta ijin untuk berjalan di luar istana, dimana pada kesempatan yang berbeda dilihatnya "Empat Kondisi" yang sangat berarti, yaitu orang tua, orang sakit, orang mati dan orang suci. Sehingga Pangeran Siddharta bersedih dan menanyakan kepada dirinya sendiri, "Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian. Lebih-lebih mereka yang minta pertolongan kepada orang yang tidak mengerti, yang sama-sama tidak tahu dan terikat dengan segala sesuatu yang sifatnya sementara ini!". Pangeran Siddharta berpikir bahwa hanya kehidupan suci yang akan memberikan semua jawaban tersebut.
Selama 10 tahun lamanya Pangeran Siddharta hidup dalam kesenangan duniawi. Pergolakan batin Pangeran Siddharta berjalan terus sampai berusia 29 tahun, tepat pada saat putra tunggalnya Rahula lahir. Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa.
Masa pengembaraan
Pangeram Siddharta mencukur rambutnya dan menjadi pertapa, relief Borobudur.
Didalam pengembaraannya, pertapa Gautama mempelajari latihan pertapaan dari pertapa Bhagava dan kemudian memperdalam cara bertapa dari dua pertapa lainnya, yaitu pertapa Alara Kalama dan pertapa Udraka Ramputra. Namun setelah mempelajari cara bertapa dari kedua gurunya tersebut, tetap belum ditemukan jawaban yang diinginkannya. Sehingga sadarlah pertapa Gautama bahwa dengan cara bertapa seperti itu tidak akan mencapai Pencerahan Sempurna. Kemudian pertapa Gautama meninggalkan kedua gurunya dan pergi ke Magadha untuk melaksanakan bertapa menyiksa diri di hutan Uruwela, di tepi Sungai Nairanjana yang mengalir dekat Hutan Gaya. Walaupun telah melakukan bertapa menyiksa diri selama enam tahun di Hutan Uruwela, tetap pertapa Gautama belum juga dapat memahami hakekat dan tujuan dari hasil pertapaan yang dilakukan tersebut.
Pada suatu hari pertapa Gautama dalam pertapaannya mendengar seorang tua sedang menasehati anaknya di atas perahu yang melintasi sungai Nairanjana dengan mengatakan:
" Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu "
Nasehat tersebut sangat berarti bagi pertapa Gautama yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan tapanya lalu pergi ke sungai untuk mandi. Badannya yang telah tinggal tulang hampir tidak sanggup untuk menopang tubuh pertapa Gautama. Seorang wanita bernama Sujata memberi pertapa Gautama semangkuk susu. Badannya dirasakannya sangat lemah dan maut hampir saja merenggut jiwanya, namun dengan kemauan yang keras membaja, pertapa Gautama melanjutkan samadhinya di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya, sambil berprasetya, "Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan , tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna."
Perasaan bimbang dan ragu melanda diri pertapa Gautama, hampir saja Beliau putus asa menghadapi godaan Mara, setan penggoda yang dahsyat itu. Dengan kemauan yang keras membaja dan dengan iman yang teguh kukuh, akhirnya godaan Mara dapat dilawan dan ditaklukkannya. Hal ini terjadi ketika bintang pagi memperlihatkan dirinya di ufuk timur.
Sekarang pertapa Gautama menjadi terang dan jernih, secerah sinar fajar yang menyingsing di ufuk timur. Pertapa Gautama telah mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha [Sammasam-Buddha], tepat pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun (menurut versi Buddhisme Mahayana, 531 SM pada hari ke-8 bulan ke-12, menurut kalender lunar. Versi WFB, pada bulan Mei tahun 588 SM). Pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dari tubuh Sang Siddharta memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti; kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan; merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih; putih mengandung arti suci; jingga berarti giat; dan campuran kelima sinar tersebut.
Penyebaran ajaran Buddha Seri Pengetahuan Kerajaan Hindu-Budha di Pulau Jawa
Indonesia telah mengalami sejarah yang amat panjang dengan segala kebesarannya. Salah satumasa keemasan tersebut terjadi pada jaman klasik, ketika kerajaan yang menganut
kepercayaan Hindu-Budha mendominasi Indonesia, yang ditunjukkan dengan peninggalan candiBorobudur yang dikenal luas oleh dunia. Selain candi, masa Kerajaan Hindu-Budha jugamelahirkan banyak temuan menarik yang patut dilestarikan, seperti gaya seni rupa RWD,arsitektur, serta karya sastra.Banyak aspek yang dapat dipelajari dari jaman ini oleh anak-anak, tidak hanya karya rupa tapijuga warisan budaya dan falsafah yang sampai kini tetap mengakar dalam bangsa Indonesia,contohnya adalah ucapan "Bhineka tunggal ika". Selain itu, cerita sejarah suatu kerajaan(hindu-budha) juga dapat menjadi sebuah cerita yang menarik, layaknya cerita fiksi yangmengasyikan untuk dibaca. Misalnya kisah kepahlawanan dan perjuangan yang ditunjukkan oleh
tokoh-tokoh penting di masa itu, seperti Gajah Mada yang ingin menyatukan nusantara.
Sayangnya pengetahuan ini tidak terlalu diminati oleh pelajar dan anak-anak, sehingga seringterlupakan. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyajian sejarah yang monoton dan tidakmenarik, baik dari penyajian buku maupun penyajian pelajaran sejarah di sekolah. Karenaitulah, harus dibuat cara agar sejarah menjadi ilmu yang menarik untuk dipelajari dan bersifatedutainment. Materi dalam buku juga harus diusahakan lebih umum (meskipun tidakmengurangi nilai sejarahnya), karena buku seri ini dimaksudkan sebagai pengantar pengetahuankerajaan Hindu-Budha ke dalam materi yang lebih mendalam untuk segmentasi anak pra-remaja.
Salah satu cara yang dapat dipakai adalah dengan mengemas cerita sejarah tersebut menjadisebuah cerita petualangan dengan jalan cerita yang dapat dipilih oleh anak-anak yangmembacanya (pilih sendiri petualanganmu). Dengan adanya pilihan jalan cerita, anak-anakdapat memilih hal yang ingin mereka ketahui terlebih dahulu sehingga pengetahuan sejarahtidak lagi memiliki pakem cerita yang kadang membosankan. Cara lain adalah denganmenampilkan tokoh anak-anak sebagai tokoh utama. Dengan adanya tokoh utama yang seumurdengan pembaca, anak-anak akan lebih menganggap buku itu sebagai buku yang khususditujukan untuk mereka. Dengan adanya tokoh utama yang seumur dengan pembaca, anak-anakjuga tidak akan merasa digurui oleh buku tersebut. Kuis atau permainan kecil di sela-selamateri buku juga dapat membantu anak mengingat pengetahuan sejarah yang baru merekabaca.
PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN ISLAM SERTA WUJUD AKULTURASINYA DI INDONESIA
Islam merupakan salah satu agama yang masuk dan berkembang di Indonesia. Hal ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda, karena di mass media mungkin Anda sudah sering mendengar atau membaca bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki penganut agama Islam terbesar di dunia.
Agama Islam masuk ke Indonesia dimulai dari daerah pesisir pantai, kemudian diteruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama atau penyebar ajaran Islam. Mengenai kapan Islam masuk ke Indonesia dan siapa pembawanya terdapat beberapa teori yang mendukungnya. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia menurut Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul Menemukan Sejarah, terdapat 3 teori yaitu teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia.
Ketiga teori tersebut di atas memberikan jawaban tentang permasalah waktu masuknya Islam ke Indonesia, asal negara dan tentang pelaku penyebar atau pembawa agama Islam ke Nusantara.
Untuk mengetahui lebih jauh dari teori-teori tersebut, silahkan Anda simak uraian materi berikut ini.
1. Teori Gujarat
Teori berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Gujarat (Cambay), India. Dasar dari teori ini adalah:
1. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
2. Hubungan dagang Indonesia dengan India telah lama melalui jalur Indonesia - Cambay - Timur Tengah - Eropa.
3. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai yaitu Malik Al Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.
Pendukung teori Gujarat adalah Snouck Hurgronye, WF Stutterheim dan Bernard H.M. Vlekke. Para ahli yang mendukung teori Gujarat, lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga bersumber dari keterangan Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292. Ia menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang menyebarkan ajaran Islam.
Demikianlah penjelasan tentang teori Gujarat. Silahkan Anda simak teori berikutnya.
2. Teori Makkah
Teori ini merupakan teori baru yang muncul sebagai sanggahan terhadap teori lama yaitu teori Gujarat.
Teori Makkah berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).
Dasar teori ini adalah:
1. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatera sudah terdapat perkampungan Islam (Arab); dengan pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4. Hal ini juga sesuai dengan berita Cina.
2. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran mazhab Syafi'i, dimana pengaruh mazhab Syafi'i terbesar pada waktu itu adalah Mesir dan Mekkah. Sedangkan Gujarat/India adalah penganut mazhab Hanafi.
3. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al malik, yaitu gelar tersebut berasal dari Mesir.
Pendukung teori Makkah ini adalah Hamka, Van Leur dan T.W. Arnold. Para ahli yang mendukung teori ini menyatakan bahwa abad 13 sudah berdiri kekuasaan politik Islam, jadi masuknya ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan yang berperan besar terhadap proses penyebarannya adalah bangsa Arab sendiri.
Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? Kalau sudah paham simak teori berikutnya.
3. Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Dasar teori ini adalah kesamaan budaya Persia dengan budaya masyarakat Islam Indonesia seperti:
1. Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.
2. Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dari Iran yaitu Al - Hallaj.
3. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab untuk tanda-tanda bunyi Harakat.
4. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik.
5. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren adalah nama salah satu Pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat.
Ketiga teori tersebut, pada dasarnya masing-masing memiliki kebenaran dan kelemahannya. Maka itu berdasarkan teori tersebut dapatlah disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan jalan damai pada abad ke - 7 dan mengalami perkembangannya pada abad 13. Sebagai pemegang peranan dalam penyebaran Islam adalah bangsa Arab, bangsa Persia dan Gujarat (India).
Demikianlah uraian materi tentang proses masuknya Islam ke Indonesia. Untuk menguji pemahaman Anda , maka isilah tabel 1.1 berikut ini, Dan untuk mengetahui kebenaran jawaban Anda. Silahkan tanyakan kepada guru bina Anda.
Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia pada dasarnya dilakukan dengan jalan damai melalui beberapa jalur/saluran yaitu melalui perdagangan seperti yang dilakukan oleh pedagang Arab, Persia dan Gujarat.
Pedagang tersebut berinteraksi/bergaul dengan masyarakat Indonesia. Pada kesempatan tersebut dipergunakan untuk menyebarkan ajaran Islam. Selanjutnya diantara pedagang tersebut ada yang terus menetap, atau mendirikan perkampungan, seperti pedagang Gujarat mendirikan perkampungan Pekojan.
Dengan adanya perkampungan pedagang, maka interaksi semakin sering bahkan ada yang sampai menikah dengan wanita Indonesia, sehingga proses penyebaran Islam semakin cepat berkembang.
Perkembangan Islam yang cepat menyebabkan muncul tokoh ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam melalui pendidikan dengan mendirikan pondok-pondok pesantren.
Pondok pesantren adalah tempat para pemuda dari berbagai daerah dan kalangan masyarakat menimba ilmu agama Islam. Setelah tammat dari pondok tersebut, maka para pemuda menjadi juru dakwah untuk menyebarkan Islam di daerahnya masing-masing.
Di samping penyebaran Islam melalui saluran yang telah dijelaskan di atas, Islam juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan ataupun wayang kulit. Dengan demikian Islam semakin cepat berkembang dan mudah diterima oleh rakyat Indonesia.
Untuk menguji tingkat pemahaman Anda, silahkan Anda diskusikan dengan teman-teman Anda, mencari alasan mengapa Islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Selanjutnya dapat Anda simak uraian materi berikutnya.
Di pulau Jawa, peranan mubaligh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan sebutan walisongo yang merupakan suatu majelis yang berjumlah sembilan orang. Majelis ini berlangsung dalam beberapa periode secara bersambung, mengganti ulama yang wafat / hijrah ke luar Jawa. Dari penjelasan tersebut apakah Anda sudah paham, kalau sudah paham simak uraian materi berikutnya tentang periode penyebaran islam oleh para ulama/wali tersebut.
1. Periode I :
Penyebaran Islam dilakukan oleh Maulana Malik Ibrahim*, Maulana Ishaq(-), Ahmad Jumadil Qubra, Muhammad Al-Magribi, Malik Israil*, Muhammad Al-Akbar*, Maulana Hasannudin, Aliyuddin*, dan Syeikh Subakir (-).
2. Periode II :
Penyebaran Islam digantikan oleh Raden Rahmat (Sunan Ampel Denta), Ja'far Shiddiq (Sunan Kudus), Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
3. Periode III :
hijrahnya Maulana Ishaq dan Syeikh Subakir, dan wafatnya Maulana Hassanudin dan Aliyuddin maka penyebar Islam pada periode ini dilakukan oleh Raden Paku (Sunan Giri), Raden Said (Sunan Kalijaga), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Raden Qashim (Sunan Drajat).
4. Periode IV :
Penyebar Islam selanjutnya adalah Jumadil Kubra dan Muhammad Al-Maghribi dan kemudian digantikan oleh Raden Hasan (Raden Patah) dan Fadhilah Khan (Falatehan).
5. Periode V :
Untuk periode ini karena Raden Patah menjadi Sultan Demak maka yang menggantikan posisinya adalah Sunan Muria.
Demikianlah penyebaran tentang periode penyebaran Islam di Indonesia, mudah-mudahan Anda dapat memahami dengan mudah, selanjutnya Anda simak uraian materi berikutnya.
Para wali / ulama yang dikenal dengan sebutan walisongo di Pulau Jawa terdiri dari :
1. Maulana Malik Ibrahim dikenal dengan nama Syeikh Maghribi menyebarkan Islam di Jawa Timur.
2. Sunan Ampel dengan nama asli Raden Rahmat menyebarkan Islam di daerah Ampel Surabaya.
3. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel memiliki nama asli Maulana Makdum Ibrahim, menyebarkan Islam di Bonang (Tuban).
4. Sunan Drajat juga putra dari Sunan Ampel nama aslinya adalah Syarifuddin, menyebarkan Islam di daerah Gresik/Sedayu.
5. Sunan Giri nama aslinya Raden Paku menyebarkan Islam di daerah Bukit Giri (Gresik).
6. Sunan Kudus nama aslinya Syeikh Ja'far Shodik menyebarkan ajaran Islam di daerah Kudus.
7. Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Mas Syahid atau R. Setya menyebarkan ajaran Islam di daerah Demak.
8. Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga nama aslinya Raden Umar Syaid menyebarkan islamnya di daerah Gunung Muria.
9. Sunan Gunung Jati nama aslinya Syarif Hidayatullah, menyebarkan Islam di Jawa Barat (Cirebon).
Sembilan wali yang sangat terkenal di pulau Jawa, Masyarakat Jawa sebagian memandang para wali memiliki kesempurnaan hidup dan selalu dekat dengan Allah, sehingga dikenal dengan sebutan Waliullah yang artinya orang yang dikasihi Allah.
Selanjutnya untuk menguji tingkat pemahaman Anda tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia, maka kerjakanlah latihan soal berikut ini.
1. Tuliskan bukti Islam masuk Indonesia abad ke - 7
2. Tuliskan bukti Islam masuk ke Indonesia abad ke - 13
3. Berikan 3 teori yang memberi penjelasan tentang bangsa-bangsa yang menyebarkan Islam ke Indonesia.
4. Sebutkan 5 jalur/saluran proses Islamisasi di Indonesia dan berikan penjelasan.
5. Sebutkan nama-nama Walisongo dan nama aslinya serta daerah penyebaran ajarannya.
Wujud Akulturasi Kebudayaan Indonesia dan Kebudayaan Islam
Sebelum Islam masuk dan berkembang, Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha seperti yang pernah Anda pelajari pada modul sebelumnya.
Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi (proses bercampurnya dua (lebih) kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa dan saling mempengaruhi), yang melahirkan kebudayaan baru yaitu kebudayaan Islam Indonesia. Masuknya Islam tersebut tidak berarti kebudayaan Hindu dan Budha hilang.
Bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi tersebut, tidak hanya bersifat kebendaan/material tetapi juga menyangkut perilaku masyarakat Indonesia.
Untuk lebih memahami wujud budaya yang sudah mengalami proses akulturasi dapat Anda simak dalam uraian materi berikut ini.
1. Seni Bangunan
Wujud akulturasi dalam seni bangunan dapat terlihat pada bangunan masjid, makam, istana. Wujud akulturasi dari masjid kuno seperti yang tampak pada gambar 1 memiliki ciri sebagai berikut:
1. Atapnya berbentuk tumpang yaitu atap yang bersusun semakin ke atas semakin kecil dari tingkatan paling atas berbentuk limas. Jumlah atapnya ganjil 1, 3 atau 5. Dan biasanya ditambah dengan kemuncak untuk memberi tekanan akan keruncingannya yang disebut dengan Mustaka.
2. Tidak dilengkapi dengan menara, seperti lazimnya bangunan masjid yang ada di luar Indonesia atau yang ada sekarang, tetapi dilengkapi dengan kentongan atau bedug untuk menyerukan adzan atau panggilan sholat. Bedug dan kentongan merupakan budaya asli Indonesia.
3. Letak masjid biasanya dekat dengan istana yaitu sebelah barat alun-alun atau bahkan didirikan di tempat-tempat keramat yaitu di atas bukit atau dekat dengan makam.
Mengenai contoh masjid kuno selain seperti yang tampak pada gambar 1 Anda dapat memperhatikan Masjid Agung Demak, Masjid Gunung Jati (Cirebon), Masjid Kudus dan sebagainya.
Apakah di daerah Anda terdapat bangunan masjid kuno ? Kalau ada, silahkan Anda mengkaji sendiri ciri-cirinya, apakah sesuai dengan uraian dalam modul ini? Selanjutnya silahkan Anda menyimak uraian materi seni bangunan berikutnya.
Selain bangunan masjid sebagai wujud akulturasi kebudyaan Islam, juga terlihat pada bangunan makam. Setelah Anda mengenal gambar 2 makam Sendang Duwur (Tuban) tersebut, Silahkan Anda cari sendiri ciri-ciri dari bangunan makam tersebut kemudian tulis pendapat Anda pada titik-titik di bawah ini.
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
..................................................................................................................
Selanjutnya cocokkan pendapat Anda dengan uraian materi berikut ini. Ciri-ciri dari wujud akulturasi pada bangunan makam terlihat dari:
1. makam-makam kuno dibangun di atas bukit atau tempat-tempat yang keramat.
2. makamnya terbuat dari bangunan batu yang disebut dengan Jirat atau Kijing, nisannya juga terbuat dari batu.
3. di atas jirat biasanya didirikan rumah tersendiri yang disebut dengan cungkup atau kubba.
4. dilengkapi dengan tembok atau gapura yang menghubungkan antara makam dengan makam atau kelompok-kelompok makam. Bentuk gapura tersebut ada yang berbentuk kori agung (beratap dan berpintu) dan ada yang berbentuk candi bentar (tidak beratap dan tidak berpintu).
5. Di dekat makam biasanya dibangun masjid, maka disebut masjid makam dan biasanya makam tersebut adalah makam para wali atau raja. Contohnya masjid makam Sendang Duwur seperti yang tampak pada gambar 2 tersebut.
Apakah Anda sudah memahami ciri-ciri pada bangunan makam tersebut ? Kalau Anda sudah paham, silahkan Anda simak wujud akulturasi pada bangunan istana.
Bangunan istana arsitektur yang dibangun pada awal perkembangan Islam, juga memperlihatkan adanya unsur akulturasi dari segi arsitektur ataupun ragam hias, maupun dari seni patungnya contohnya istana Kasultanan Yogyakarta dilengkapi dengan patung penjaga Dwarapala (Hindu).
Demikianlah contoh wujud akulturasi pada seni bangunan untuk selanjutnya simak contoh wujud akulturasi yang berikutnya.
2. Seni Rupa
Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia atau hewan. Seni ukir relief yang menghias Masjid, makam Islam berupa suluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula Sinkretisme (hasil perpaduan dua aliran seni logam), agar didapat keserasian, misalnya ragam hias pada gambar 3 ditengah ragam hias suluran terdapat bentuk kera yang distilir.
Ukiran ataupun hiasan seperti pada gambar 3, selain ditemukan di masjid juga ditemukan pada gapura-gapura atau pada pintu dan tiang. Untuk hiasan pada gapura dapat Anda simak kembali gambar 2
Setelah Anda menyimak gambar 2 tersebut, simak kembali uraian materi tentang wujud akulturasi berikutnya.
3. Aksara dan Seni Sastra
Tersebarnya agama Islam ke Indonesia maka berpengaruh terhadap bidang aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab, bahkan berkembang tulisan Arab Melayu atau biasanya dikenal dengan istilah Arab gundul yaitu tulisan Arab yang dipakai untuk menuliskan bahasa Melayu tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u seperti lazimnya tulisan Arab.
Di samping itu juga, huruf Arab berkembang menjadi seni kaligrafi yang banyak digunakan sebagai motif hiasan ataupun ukiran dan gambar wayang. Untuk lebih jelasnya silahkan Sedangkan dalam seni sastra yang berkembang pada awal periode Islam adalah seni sastra yang berasal dari perpaduan sastra pengaruh Hindu - Budha dan sastra Islam yang banyak mendapat pengaruh Persia.
Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni sastra tersebut terlihat dari tulisan/aksara yang dipergunakan yaitu menggunakan huruf Arab Melayu (Arab Gundul) dan isi ceritanya juga ada yang mengambil hasil sastra yang berkembang pada jaman Hindu.
Bentuk seni sastra yang berkembang adalah:
1. Hikayat yaitu cerita atau dongeng yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan bebas atau prosa). Contoh hikayat yang terkenal yaitu Hikayat 1001 Malam, Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Pandawa Lima (Hindu), Hikayat Sri Rama (Hindu).
2. Babad adalah kisah rekaan pujangga keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi (Jawa Kuno), Babad Cirebon.
3. Suluk adalah kitab yang membentangkan soal-soal tasawwuf contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk Malang Sumirang dan sebagainya.
4. Primbon adalah hasil sastra yang sangat dekat dengan Suluk karena berbentuk kitab yang berisi ramalan-ramalan, keajaiban dan penentuan hari baik/buruk.
Bentuk seni sastra tersebut di atas, banyak berkembang di Melayu dan Pulau Jawa. Dari penjelasan tersebut, apakah Anda sudah memahami, kalau sudah paham silahkan diskusikan dengan teman-teman Anda, untuk mencari contoh bentuk seni sastra, seperti yang tersebut di atas yang terdapat di daerah Anda. Selanjutnya simaklah uraian materi wujud akulturasi berikutnya.
4. Sistem Pemerintahan
Dalam pemerintahan, sebelum Islam masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu ataupun Budha, tetapi setelah Islam masuk, maka kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu/Budha mengalami keruntuhannya dan digantikan peranannya oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka dan sebagainya.
Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar Sultan atau Sunan seperti halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi dimakamkan dicandi/dicandikan tetapi dimakamkan secara Islam.
Demikianlah penjelasan wujud akulturasi dalam salah satu hal sistem pemerintahan. Selanjutnya simak wujud akulturasi berikutnya.
5. Sistem Kalender
Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal Kalender Saka (kalender Hindu) yang dimulai tahun 78M. Dalam kalender Saka ini ditemukan nama-nama pasaran hari seperti legi, pahing, pon, wage dan kliwon. Apakah sebelumnya Anda pernah mengetahui/mengenal hari-hari pasaran?
Setelah berkembangnya Islam Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah (Islam).
Pada kalender Jawa, Sultan Agung melakukan perubahan pada nama-nama bulan seperti Muharram diganti dengan Syuro, Ramadhan diganti dengan Pasa. Sedangkan nama-nama hari tetap menggunakan hari-hari sesuai dengan bahasa Arab. Dan bahkan hari pasaran pada kalender saka juga dipergunakan.
Kalender Sultan Agung tersebut dimulai tanggal 1 Syuro 1555 Jawa, atau tepatnya 1 Muharram 1053 H yang bertepatan tanggal 8 Agustus 1633 M.
Untuk mengetahui bentuk kalender jawa tersebut, silahkan Demikianlah uraian materi tentang wujud akulturasi kebudayaan Indonesia dan kebudayaan Islam, sebenarnya masih banyak contoh wujud akulturasi yang lain, untuk itu silahkan diskusikan dengan teman-teman Anda, mencari wujud akulturasi dari berbagai pelaksanaan peringatan hari-hari besar Islam atau upacara-upacara yang berhubungan dengan keagamaan. Hasil diskusi Anda, nanti Anda kumpulkan kepada guru bina di sekolah penyelenggara.
Selanjutnya kerjakanlah latihan-latihan soal berikut ini, agar tingkat pemahaman Anda dapat terukur. Selamat mengerjakan!
1. Berikan penjelasan tentang ciri-ciri wujud akulturasi pada seni bangunan berikut ini.
2. Sebutkan nama-nama masjid kuno dan daerahnya sebagai hasil wujud akulturasi.
3. Berikan contoh dan penjelasan ciri-ciri wujud akulturasi pada seni rupa dan aksara pada kolom di bawah ini.
4. Berikan contoh dan penjelasan wujud akulturasi dalam seni sastra.
5. Berikan penjelasan tentang kalender Jawa
Komunisme
Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia. Penganut faham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manuskrip politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di awal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Ide dasar
Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan komunis internasional. Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia. sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".
Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar (lihat: The Holy Family [1]), namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil dengan melalui perjuangan partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati karena korupsi yang dilakukan oleh para pemimpinnya.
Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal atas individu. pada prinsipnya semua adalah direpresentasikan sebagai milik rakyat dan oleh karena itu, seluruh alat-alat produksi harus dikuasai oleh negara guna kemakmuran rakyat secara merata akan tetapi dalam kenyataannya hanya dikelolah serta menguntungkan para elit partai, Komunisme memperkenalkan penggunaan sistim demokrasi keterwakilan yang dilakukan oleh elit-elit partai komunis oleh karena itu sangat membatasi langsung demokrasi pada rakyat yang bukan merupakan anggota partai komunis karenanya dalam paham komunisme tidak dikenal hak perorangan sebagaimana terdapat pada paham liberalisme.
Secara umum komunisme berlandasan pada teori Dialektika materi oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan agama dengan demikian pemberian doktrin pada rakyatnya, dengan prinsip bahwa "agama dianggap candu" yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain karena dianggap tidak rasional serta keluar dari hal yang nyata (kebenaran materi).
Cabang-Cabang Komunisme Dunia
Komunis Internasional
Komunis internasional sebagai teori ideologi mulai diterapkan setelah meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
Maoisme
Ideologi komunisme di Tiongkok agak lain daripada dengan Marxisme-Leninisme yang diadopsi bekas Uni Soviet. Mao Zedong menyatukan berbagai filsafat kuno dari Tiongkok dengan Marxisme yang kemudian ia sebut sebagai Maoisme. Perbedaan mendasar dari komunisme Tiongkok dengan komunisme di negara lainnya adalah bahwa komunisme di Tiongkok lebih mementingkan peran petani daripada buruh. Ini disebabkan karena kondisi Tiongkok yang khusus di mana buruh dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kapitalisme.
Indonesia dan komunisme
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut, bahkan di Asia. Tokoh komunis internasional seperti Tan Malaka misalnya. Ia menjadi salah satu tokoh yang tak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti di Cina, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Bukan seperti Vietnam yang mana perebutan kekuatan komunisme menjadi perang yang luar biasa. Di Indonesia perubuhan komunisme juga terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana, para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan Orde Baru dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka.
Sejarah Komunisme Di Indonesia
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya.
Kelahiran komunisme di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolanya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumipun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri kedalam SI (Sarekat Islam) menjadikan Komunis sebagian cabangnya karena tak otonomi yang diciptakan Pemerintah Kolonial atas organisasi lepas mnejadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggungjawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulah Haji Agoes Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.
Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Musso secara misterius ari Uni Sovyet ke Negara Republik - Saat itu masih be ibu kota di Yogyakarta-. Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Musso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N Aidit. Musso dengan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Sjarifudin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Musso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antara militer Indonesia pada waktu itu.
Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatanya kembali. Di dukung dengan Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan Militer yang bermusuhan akan melakukan Kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya di percaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September.
Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman Komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibantai di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap di awasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok Komunis, Marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.
Apakah Komunisme Telah Mati?
Banyak orang yang mengira komunisme 'mati' dengan bubarnya Uni Soviet di tahun 1991, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikail Ghorbacev. Namun Komunisme yang murni belum pernah terwujud dan tak akan terwujud selama revolusi lahir dalam bentuk sosialisme (USSR dan negara-negara komunis lainnya). Dan walaupun komunis sosialis hampir punah, partai komunis tetap ada di seluruh dunia dan tetap aktif memperjuangkan hak-hak buruh, pelajar dan anti-imperialisme. Komunisme secara politis dan ekonomi telah dilakukan dalam berbagai komunitas, seperti Kepulauan Solentiname di Nicaragua.
Seperti yang digambarkan Anthony Giddens, komunisme dan sosialisme sebenarnya belum mati. Ia akan menjadi hantu yang ingin melenyapkan kapitalisme selamanya. Saat ini di banyak negara, komunisme berubah menjadi bentuk yang baru. Baik itu Kiri Baru ataupun komunisme khas seperti di Kuba dan Vietnam. Di negara-negara lain, komunisme masih ada didalam masyarakat, namun kebanyakan dari mereka membentuk oposisi terhadap pemerintah yang berkuasa.
Langganan:
Postingan (Atom)

